SAMBAS, chanelindonesia — Menyambut musim panen padi, masyarakat Desa Gelik, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas, kembali menggelar tradisi Nungas Taon, ritual adat leluhur yang menjadi simbol rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan warga.
Perayaan tahun ini semakin meriah dengan kehadiran Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, yang turut berbaur dengan masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan.
“Saya mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas mengapresiasi langkah panitia dalam menggelar acara Nungas Taon ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan meriah,” ujar Heroaldi. Ia menambahkan, kegiatan budaya ini harus terus dikembangkan dan dikemas lebih menarik agar melibatkan seluruh desa di Kecamatan Selakau Timur.
Wakil Bupati juga menegaskan dukungan penuh Pemerintah Daerah Sambas terhadap pelestarian Nungas Taon. Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan perhatian khusus, bahkan menargetkan kegiatan ini menjadi agenda tahunan kabupaten.
Rangkaian acara Nungas Taon tahun ini mencakup berbagai kegiatan adat, mulai dari pembuatan amping—makanan tradisional khas Desa Gelik—hingga lomba sampan tradisional. Seluruh kegiatan menjadi simbol semangat gotong royong dan kebersamaan warga dalam menjaga warisan budaya daerah.
“Acara Nungas Taon ini merupakan budaya yang harus kita lestarikan. Ke depan, ada baiknya jika kegiatan ini diikuti oleh seluruh desa di Kecamatan Selakau Timur agar semakin meriah dan dikenal masyarakat luas,” pungkas Heroaldi.
Melalui Nungas Taon, masyarakat Desa Gelik tidak hanya merayakan hasil panen, tetapi juga menegaskan komitmen mereka dalam menjaga tradisi dan memperkuat solidaritas komunitas lokal, menjadikan budaya sebagai perekat sosial yang berkelanjutan.
Sumber : Info Publik

