Jakarta , ChanelIndonesia.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan 65 lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama pada 2025. Proyek prioritas ini menelan anggaran Rp1,34 triliun dan ditargetkan rampung akhir tahun.
Fasilitas yang dibangun beragam, mulai dari dermaga, bengkel kapal, cold storage, pabrik es, tempat pelelangan ikan, hingga sentra kuliner berbasis hasil laut. KKP juga membangun bale nelayan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia, lengkap dengan kegiatan sosial-ekonomi berbasis koperasi dan usaha perikanan berkelanjutan.
“Sebagai program prioritas pemerintah yang mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo, pelaksanaan KNMP butuh pengawasan maksimal. Program ini menggunakan APBN, manfaatnya harus dirasakan langsung masyarakat,” tegas Staf Khusus Menteri KKP Bidang Humas dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto Darwin, di Jakarta, Kamis (25/9).
Untuk memastikan akuntabilitas, KKP menyiapkan konsultan pengawas, tim khusus pengawas lapangan, serta menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung. Sinergi dengan lembaga hukum dianggap penting guna mengantisipasi potensi hambatan sejak dini.
Tak hanya itu, setiap lokasi pembangunan juga diwajibkan memasang CCTV yang terhubung langsung ke pusat. Dengan begitu, progres pembangunan bisa dimonitor secara real time, termasuk oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.
“Kami targetkan minggu ini seluruh CCTV sudah terkoneksi. Jadi Pak Menteri bisa langsung melakukan monitoring dari pusat,” jelas Ketua Pelaksana KNMP, Trian Yunanda.
Selain pengawasan internal, eksternal, dan teknologi, KKP juga mengajak awak media ikut mengawal jalannya program. Diharapkan, proyek yang diproyeksikan menyerap 7.000 tenaga kerja ini dapat berlangsung transparan dan memberikan manfaat nyata bagi nelayan Indonesia.
sumber: KKP

