Probolinggo, Chanel Indonesia — Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini. Pada Rabu (12/11/2025), Wali Kota Probolinggo Aminuddin secara resmi meluncurkan 100 inovasi pembelajaran PAUD dalam acara yang digelar di Bromo Park Hotel. Dengan peluncuran ini, total inovasi pendidikan di Kota Probolinggo telah mencapai 2.000 inovasi lintas jenjang.
Dalam sambutannya, Aminuddin menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan PAUD adalah langkah strategis untuk menyiapkan generasi emas Indonesia di masa mendatang.
“Tugas kita menyiapkan generasi berikutnya dalam estafet kepemimpinan 20 tahun mendatang. Dengan tekad Presiden Prabowo Subianto menjadikan Indonesia Emas, kita ingin sejajar dengan negara maju yang pendidikannya tinggi,” ujarnya.
Ia menyebut negara maju memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mendekati sempurna karena membangun kualitas manusia sejak dini. Oleh sebab itu, pendidikan anak usia 0–6 tahun atau masa golden age menjadi prioritas pembangunan SDM di Kota Probolinggo.
“Pada usia emas, perkembangan otak anak mencapai 80 persen. Jangan sampai fase penting ini terganggu, baik karena kurang stimulasi maupun gizi yang tidak seimbang,” tegas dokter spesialis kandungan tersebut.
Aminuddin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan pemerintah melalui program penguatan keluarga seperti Seminar Parenting “Bersama Mendidik dengan Hati”, sehingga pendidikan anak selaras antara rumah dan sekolah.
Pada kesempatan yang sama, ia mengukuhkan Bunda PAUD Kota, Kecamatan, dan Kelurahan periode 2025–2030. Ia berharap koordinasi antarpemangku kepentingan semakin solid untuk mewujudkan PAUD yang sinergis, terintegrasi, dan menyenangkan.
Bunda PAUD Kota Probolinggo, Evariani, menegaskan peran Bunda PAUD sebagai fasilitator dan motivator untuk mendorong PAUD berkualitas berbasis pendekatan holistik integratif.
“Salah satunya dengan mendorong pendidikan keluarga di satuan PAUD agar pendidikan di rumah dan sekolah berjalan seirama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Siti Romlah, menyoroti angka partisipasi sekolah PAUD yang masih 75 persen dari target nasional. Untuk itu, pihaknya bersama Bunda PAUD menggulirkan Gerakan Ayo Sekolah untuk menumbuhkan minat belajar anak sejak dini.
“Kami ingin pembelajaran di PAUD benar-benar nyaman, menyenangkan, dan membuat anak tertarik untuk bersekolah sejak awal,” ujarnya.
Acara peluncuran turut dihadiri Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Pj. Sekda Rey Suwigtyo, kepala satuan PAUD, guru inovatif, dan perwakilan orang tua.
Dengan hadirnya 100 inovasi baru ini, Pemkot Probolinggo kembali mempertegas diri sebagai salah satu daerah yang paling progresif dalam membangun ekosistem PAUD yang kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu generasi penerus bangsa.
Sumber : Info Publik

