Jakarta, Chanelindonesia.com – Menteri Luar Negeri Indonesia bersama para menlu dari Kerajaan Hashemite Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turkiye, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir menuntut Israel agar menjamin akses penuh bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional untuk beroperasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Palestina.
Tuntutan tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama yang diunggah Kementerian Luar Negeri RI di akun resmi media sosial X, @Kemlu_RI, pada Jumat (2/1/2026). Para menlu menekankan bahwa akses kemanusiaan harus diberikan secara berkelanjutan, dapat diprediksi, dan tanpa pembatasan, mengingat peran vital PBB dan LSM internasional dalam merespons krisis kemanusiaan di Gaza.
Kemlu RI menegaskan bahwa segala bentuk upaya yang menghambat operasional organisasi kemanusiaan tidak dapat diterima. Para menlu juga menyampaikan apresiasi atas kerja tanpa henti badan-badan PBB, khususnya UNRWA, serta organisasi kemanusiaan internasional yang terus membantu warga sipil Palestina di tengah situasi yang sangat sulit dan kompleks.
Keprihatinan mendalam turut disampaikan atas memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza yang diperparah cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan badai. Situasi tersebut semakin kritis akibat terbatasnya akses bantuan, krisis akut pasokan kebutuhan pokok, serta lambatnya masuk material penting untuk pemulihan layanan dasar dan pembangunan hunian sementara.
Para menlu menyoroti bahwa cuaca buruk telah membuka rapuhnya kondisi kehidupan hampir 1,9 juta pengungsi Palestina. Kamp pengungsian yang terendam banjir, tenda-tenda yang rusak, bangunan yang runtuh, serta paparan suhu dingin yang disertai malnutrisi secara signifikan meningkatkan risiko kematian dan wabah penyakit, terutama bagi anak-anak, perempuan, lansia, dan kelompok rentan medis.
Dalam pernyataan tersebut, negara-negara terkait juga menegaskan kembali dukungan penuh terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 serta Rencana Komprehensif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam implementasinya.
Upaya tersebut ditujukan untuk memastikan gencatan senjata berkelanjutan, mengakhiri perang di Gaza, menjamin kehidupan yang bermartabat bagi rakyat Palestina, serta membuka jalan kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan Palestina.
Para menlu menekankan pentingnya segera meningkatkan upaya pemulihan awal, termasuk penyediaan tempat tinggal yang layak dan tahan lama guna melindungi warga sipil dari kondisi cuaca ekstrem. Mereka juga mendesak komunitas internasional agar menegakkan tanggung jawab hukum dan moral dengan menekan Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk mencabut seluruh pembatasan masuk dan distribusi bantuan penting.
Selain itu, diserukan pula penyaluran bantuan kemanusiaan yang segera, komprehensif, dan bebas hambatan ke Jalur Gaza melalui PBB dan badan-badannya, serta percepatan rehabilitasi infrastruktur vital dan rumah sakit.
sumber: Infopublik.id

