Close Menu
  • Homepage
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI dan Keamanan Siber Pegang Peran Kunci

Februari 1, 2026

KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025, Tertinggi dalam Lima Tahun

Januari 31, 2026

BPJPH Perkuat Kesiapan Wajib Halal Oktober 2026 bagi Perusahaan Besar

Januari 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Chanel Indonesia – AKtual,Informatif,TerpercayaChanel Indonesia – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Homepage
  • Nasional

    Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI dan Keamanan Siber Pegang Peran Kunci

    Februari 1, 2026

    KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025, Tertinggi dalam Lima Tahun

    Januari 31, 2026

    BPJPH Perkuat Kesiapan Wajib Halal Oktober 2026 bagi Perusahaan Besar

    Januari 30, 2026

    Lampaui Target, Indonesia Sabet 135 Emas dan Finis Runner Up ASEAN Para Games 2025

    Januari 26, 2026

    Pemerintah Tetapkan 17 Oktober 2026 sebagai Batas Sertifikasi Halal Produk

    Januari 25, 2026
  • Daerah

    Suluh Praja, Bukti Kolaborasi Akademisi dan Penegak Hukum untuk Desa Berdaya

    Januari 29, 2026

    Ketika Edukasi Hukum Hadir di Desa, UGM dan Kejati DIY Jalankan Suluh Praja

    Januari 28, 2026

    FH UGM dan Kejati DIY Perkuat Tata Kelola Desa Lewat Penyuluhan Hukum Suluh Praja

    Januari 27, 2026

    Agus Budi Rahmanto: Wisatawan Tak Lagi Cari Destinasi, Tapi Pengalaman

    Januari 26, 2026

    Suluh Praja di Kalurahan: Upaya Membangun Kesadaran Hukum dari Akar Desa

    Januari 26, 2026
  • Olahraga

    Lampaui Target, Indonesia Sabet 135 Emas dan Finis Runner Up ASEAN Para Games 2025

    Januari 26, 2026

    Persibat Batang Fokus Bangkit di 16 Besar Liga 4 Jateng, Siap Hadapi PSD Demak di Laga Kandang

    Januari 24, 2026

    Pontianak City Run 2026 Kembali Digelar, Pelari Mancanegara Siap Ramaikan Kota

    Januari 22, 2026

    Tampil Dominan di GOR Kemenkes, ATR/BPN Amankan Tiket Semifinal Bulutangkis KORPRI

    Januari 18, 2026

    Hasil Drawing ASEAN Hyundai Cup 2026: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Vietnam

    Januari 17, 2026
  • Pendidikan

    Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI dan Keamanan Siber Pegang Peran Kunci

    Februari 1, 2026

    KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025, Tertinggi dalam Lima Tahun

    Januari 31, 2026

    BPJPH Perkuat Kesiapan Wajib Halal Oktober 2026 bagi Perusahaan Besar

    Januari 30, 2026

    Suluh Praja, Bukti Kolaborasi Akademisi dan Penegak Hukum untuk Desa Berdaya

    Januari 29, 2026

    Ketika Edukasi Hukum Hadir di Desa, UGM dan Kejati DIY Jalankan Suluh Praja

    Januari 28, 2026
  • Wisata

    Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI dan Keamanan Siber Pegang Peran Kunci

    Februari 1, 2026

    Agus Budi Rahmanto: Wisatawan Tak Lagi Cari Destinasi, Tapi Pengalaman

    Januari 26, 2026

    Pontianak City Run 2026 Kembali Digelar, Pelari Mancanegara Siap Ramaikan Kota

    Januari 22, 2026

    Menembus Lorong Waktu di Kotagede, Loman Park Hotel & Jogja Good Guide Ajak Wisata Sejarah Mataram

    Januari 16, 2026

    Loman Park Hotel Hadir di Ikappesty Wedding Expo 2026, Tawarkan Cashback dan Bonus Pernikahan

    Januari 15, 2026
Chanel Indonesia – AKtual,Informatif,TerpercayaChanel Indonesia – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Membaca Aksara Jiwa: Supriyadi Hidupkan Kembali Pendidikan Berbasis Kesadaran Nusantara
Berita Unggulan

Membaca Aksara Jiwa: Supriyadi Hidupkan Kembali Pendidikan Berbasis Kesadaran Nusantara

Chanel IndonesiaBy Chanel IndonesiaOktober 25, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Supriyadi menghidupkan kembali pendidikan berbasis kesadaran melalui Taman Aksara Nusantara, menggabungkan kearifan lokal dengan mindfulness dan nilai spiritual. foto: Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

“Aksara iku gaweane rasa, yen rasa ilang, aksara dadi sepi.”
(Aksara adalah karya dari rasa; bila rasa hilang, aksara menjadi hampa.)

Yogyakarta, Chanelindonesia – Dalam kebudayaan Jawa dan Nusantara, aksara bukan sekadar tanda bunyi, melainkan jejak kesadaran. Ia adalah warisan yang mengandung jiwa, nilai, dan tata batin peradaban. Ketika huruf-huruf kuno itu ditulis, yang diabadikan bukan hanya kata, melainkan rasa, energi pengetahuan yang mengalir dari jagad rasa menuju jagad laku.

Supriyadi memandang pendidikan budaya bukan sekadar upaya pelestarian bentuk, tetapi pengembalian makna, upaya untuk membangunkan ingatan yang lama tertidur di dalam diri bangsa. Melalui Pawiyatan Taman Sesaji Nusantara dan Taman Aksara Nusantara Triguna, ia menanamkan pandangan bahwa belajar adalah laku spiritual: proses menyadari, bukan sekadar mengetahui.

“Sinau iku dudu mung maca, nanging nyinau urip.”
(Belajar bukan sekadar membaca, tetapi memahami kehidupan.)

Dalam dunia modern yang menyanjung kecepatan dan efisiensi, pendidikan sering terlepas dari akar kesadaran. Anak-anak diajar berpikir, tapi lupa bagaimana merasa. Padahal dalam pandangan tradisi Nusantara, pengetahuan sejati lahir dari keseimbangan antara cipta, rasa, dan karsa. Ketika pendidikan kehilangan rasa, yang tersisa hanyalah penghafalan tanpa penghayatan, tubuh tanpa jiwa, aksara tanpa makna.

Dari sinilah lahir gagasan Supriyadi tentang Pawiyatan, bukan sekadar sekolah, melainkan ruang persemayaman nilai. Ia menghidupkan kembali semangat “padhang mbulan” dalam pendidikan, yaitu terang yang menumbuhkan, bukan membakar. Di taman ini, tradisi dan spiritualitas tidak diposisikan sebagai masa lalu, melainkan sebagai cahaya yang menuntun masa depan kesadaran bangsa.

 “Urip iku ngudi kasampurnan, dudu mung kamulyan.”
(Hidup adalah upaya menuju kesempurnaan, bukan sekadar kemuliaan.)

Dalam konteks akademik kontemporer, gagasan Supriyadi dapat dibaca melalui pendekatan holistic education dan eco-pedagogy, yang menempatkan pendidikan sebagai proses transformasi kesadaran, bukan sekadar transfer ilmu. Paradigma ini melihat manusia sebagai bagian integral dari kosmos  (a living system) di mana pembelajaran terjadi melalui keterhubungan antara tubuh, pikiran, dan alam.

Taman Sesaji Nusantara menjadi ruang praksis kesadaran: tempat ritual, dialog, dan seni berpadu sebagai jalan pembentukan karakter. “Sesaji” dalam konteks ini bukanlah persembahan mistik, melainkan tindakan sadar untuk memuliakan kehidupan. Setiap kegiatan, dari menulis aksara hingga menanam pohon, adalah bentuk doa — doa yang hidup dalam tindakan.

“Sapa ngerti aksara urip, bakal bisa maca jagad.”
(Barangsiapa memahami aksara kehidupan, ia akan mampu membaca semesta.)

Dalam dunia pendidikan modern yang sering terjebak pada kompetisi, Supriyadi mengajukan pertanyaan provokatif: Apakah kita masih mendidik manusia, atau hanya mencetak pekerja? Apakah pengetahuan kita masih bersumber dari rasa dan kebijaksanaan bumi Nusantara, atau telah tercerabut dari akar kesadaran?

Melalui pendekatan Triguna, harmoni antara pikiran (satwam), tindakan (rajas), dan keseimbangan (tamas), Supriyadi membangun dasar filosofis bagi pendidikan yang berjiwa. Ia menyatukan nilai-nilai kearifan lokal dengan pemahaman universal tentang mindfulness, well-being, dan collective awareness.

Bagi Supriyadi, wellness sejati bukan sekadar kebugaran fisik atau ketenangan batin, melainkan keutuhan eksistensial, saat manusia kembali menyatu dengan nilai, bahasa, dan budaya yang melahirkannya.
Di titik itu, aksara bukan lagi huruf di atas kertas, melainkan energi kesadaran yang menulis ulang sejarah jiwa manusia Nusantara.

“Sangkan paraning urip iku bali marang padhang aksara.”
(Tujuan akhir kehidupan adalah kembali pada terang aksara.)

Maka pendidikan yang ia bangun bukan sekadar tentang membaca buku, melainkan membaca diri dan semesta. Pendidikan menjadi perjalanan pulang: dari ilmu menuju rasa, dari pengetahuan menuju kesadaran, dari aksara menuju cahaya.

Oleh: Supriyadi – Pawiyatan Taman Sesaji Nusantara / Taman Aksara Nusantara Triguna

#BudayaNusantara #HolisticEducation #KearifanLokal #KesadaranJiwa #Mindfulness #PawiyatanSesajiNusantara #PendidikanNusantara #Supriyadi #TamanAksaraNusantara #Wellbeing
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Chanel Indonesia
  • Website

Related Posts

Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI dan Keamanan Siber Pegang Peran Kunci

Februari 1, 2026

KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025, Tertinggi dalam Lima Tahun

Januari 31, 2026

BPJPH Perkuat Kesiapan Wajib Halal Oktober 2026 bagi Perusahaan Besar

Januari 30, 2026

Suluh Praja, Bukti Kolaborasi Akademisi dan Penegak Hukum untuk Desa Berdaya

Januari 29, 2026

Ketika Edukasi Hukum Hadir di Desa, UGM dan Kejati DIY Jalankan Suluh Praja

Januari 28, 2026

FH UGM dan Kejati DIY Perkuat Tata Kelola Desa Lewat Penyuluhan Hukum Suluh Praja

Januari 27, 2026

Comments are closed.

Demo
Top Posts

Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI dan Keamanan Siber Pegang Peran Kunci

Februari 1, 2026

Lomba Habitat Tingkat Provinsi Jateng SEMARANG

Februari 6, 2025

Pasar Imlek Semawis Tahun 2025 Semarang

Februari 6, 2025
Don't Miss

Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI dan Keamanan Siber Pegang Peran Kunci

Februari 1, 2026

Yogyakarta, Chanelindonesia.com – Transformasi digital Indonesia tidak dapat berjalan secara sporadis dan reaktif. Ia menuntut arah…

KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025, Tertinggi dalam Lima Tahun

Januari 31, 2026

BPJPH Perkuat Kesiapan Wajib Halal Oktober 2026 bagi Perusahaan Besar

Januari 30, 2026

Suluh Praja, Bukti Kolaborasi Akademisi dan Penegak Hukum untuk Desa Berdaya

Januari 29, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews
Demo
Chanel Indonesia – AKtual,Informatif,Terpercaya
Facebook Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 Chanel Indonesia

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.