Di tengah banjir informasi dan ancaman disinformasi, suara media yang jernih menjadi harapan. Pemerintah pun menaruh kepercayaan besar pada jurnalisme berkualitas untuk mengawal program prioritas, salah satunya Sekolah Rakyat.
Surakarta, Chanelindonesia.com – Ada semangat baru yang tumbuh dalam upaya menyatukan kekuatan antara pemerintah dan media. Saat sejumlah jurnalis berkumpul di Monumen Pers Nasional, Surakarta, mereka tak sekadar hadir sebagai peliput. Mereka diajak menjadi bagian penting dalam perjalanan program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pemerintah yang bertujuan menjangkau pendidikan untuk semua.
Bagi Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, media adalah mitra utama. Di tengah derasnya arus hoaks dan kabar simpang siur, ia menekankan pentingnya menghadirkan berita yang faktual, menyeluruh, dan mencerahkan. Suara media yang tajam dan adil diharapkan mampu mengangkat nilai program ini sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
Pemerintah, lewat Kementerian Komdigi, bahkan membuka ruang dialog khusus bagi insan pers, memberikan penjelasan langsung dari sumber pertama, termasuk dari Kementerian Sosial, tentang konsep dan arah Sekolah Rakyat. Bagi Meutya, transparansi ini adalah bentuk penghormatan kepada publik melalui media yang dipercaya.
Lebih dari sekadar menyampaikan informasi, media juga diharapkan memberikan umpan balik, menjadi ruang diskusi publik yang sehat. Karena tak ada program yang lahir sempurna, setiap kritik dan saran yang membangun justru memperkaya kebijakan.
Ke depan, komitmen terbuka dari pemerintah untuk mendengar masukan media diharapkan menjadi napas baru dalam kolaborasi. Sebab membangun bangsa, termasuk lewat pendidikan alternatif seperti Sekolah Rakyat, memerlukan banyak mata yang awas dan banyak suara yang peduli.
Sumber: Komdigi

