Di desa-desa, kehidupan pelan-pelan berubah. Ikan segar tak lagi hanya dinikmati warga pesisir, sembako hadir lebih dekat, dan roda ekonomi berputar dari tangan masyarakat sendiri. Semua dimulai dari satu langkah: koperasi.
Klaten, Chanelindonesia.com – Dari sebuah titik di Klaten, gebrakan besar dimulai. Koperasi Desa Merah Putih resmi diluncurkan dan langsung mengalirkan semangat baru ke pelosok nusantara. Bukan sekadar koperasi, tapi sistem distribusi pangan dan logistik yang menyentuh langsung dapur rakyat.
Didesain lengkap, dari gerai sembako, unit simpan pinjam, cold storage, hingga kendaraan pengantar hasil tani dan ikan, koperasi ini bukan proyek jangka pendek. Ia adalah tulang punggung ekonomi baru di desa.
Untuk wilayah pesisir, ada sentuhan tambahan: fasilitas pendingin ikan berskala besar. Hasil tangkapan nelayan bisa disimpan lebih lama, dijual lebih jauh, dan dinikmati bahkan oleh desa-desa yang jauh dari pantai. Protein kini tak lagi barang mewah.
Dananya? Sudah ada. Setiap desa digelontor Rp1 miliar per tahun. Tapi kali ini, fokusnya bukan pada jumlah, melainkan dampaknya. Pemerintahan mendorong pengelolaan yang bersih dan transparan. Koperasi yang benar-benar untuk rakyat, bukan hanya nama di papan.
Lebih dari 80 ribu koperasi diluncurkan serentak. Bukan hanya angka, tapi jaringan yang akan menopang kemandirian desa. Ekonomi tumbuh dari bawah, bukan lewat proyek-proyek besar, tapi dari hasil panen, tangkapan ikan, dan semangat gotong royong.
Ketika distribusi pangan menjadi lancar, harga terjangkau, dan akses modal terbuka, bukan hanya angka stunting yang ditekan. Tapi harapan, yang pelan-pelan bangkit di setiap sudut desa.
Sumber: Infopublik.id

