Jakarta, 1 November 2025, Chanelindonesia.com — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak civitas akademika Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk terus mengembangkan keilmuan bidang kelautan. Upaya ini dinilai penting mengingat peran strategis perguruan tinggi dalam menghadirkan kebijakan berbasis sains yang berimbang dan sesuai dengan isu-isu kelautan terkini.
“Generasi muda perlu melihat laut tidak hanya sebagai sumber daya ekonomi, tetapi juga sebagai ruang hidup yang harus dijaga keseimbangannya,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Effin Martiana, dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (1/11).
Pernyataan itu disampaikan dalam kuliah umum bertema “Laut Sebagai Ruang Hidup: Literasi Spasial Generasi Z dalam Penataan Ruang Laut Berkelanjutan” yang digelar di Kampus UNJ pada 30 Oktober lalu.
Effin menegaskan bahwa generasi Z memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan laut Indonesia sebagai bagian dari pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya menuju Indonesia Emas 2045.
Generasi Muda Jadi Penentu Masa Depan Biru Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut KKP, Amehr Hakim, menyebut masa depan biru Indonesia berada di tangan generasi muda. Karena itu, penting bagi pemerintah mengajak mereka peduli terhadap laut sebagai ruang hidup yang perlu dijaga bersama.
“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Tapi laut kita makin padat—ada tambang, wisata, nelayan, semuanya butuh ruang. Di sinilah pentingnya penataan ruang laut agar pemanfaatannya adil, aman, dan berkelanjutan,” jelas Amehr.
Ia menambahkan, literasi spasial dan penataan ruang laut yang baik akan membantu menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan pelestarian ekosistem laut.
KKP dan UNJ Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Bidang Penataan Ruang Laut
Sebagai tindak lanjut, KKP melalui Ditjen Penataan Ruang Laut dan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ menandatangani nota kesepahaman kerja sama yang difokuskan pada penguatan kapasitas SDM di bidang penataan ruang laut melalui penerapan Tridharma Perguruan Tinggi.
Kerja sama ini meliputi empat aspek utama:
-
Penguatan kapasitas sumber daya manusia;
-
Penataan ruang laut;
-
Kajian hukum dan penyusunan produk hukum di bidang kelautan; dan
-
Publikasi, diseminasi informasi, serta sosialisasi kebijakan penataan ruang laut.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah sangat penting dalam pengelolaan sumber daya laut. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata memperkuat tata kelola laut yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan,” kata Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi.
Dukung Ekonomi Biru Berkelanjutan
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang mendorong pengelolaan laut berbasis ekonomi biru. KKP terus memperkuat kerja sama lintas sektor untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Penataan ruang laut berbasis ekonomi biru bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menjaga harmoni antara manusia dan alam laut,” tegas Effin.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan, KKP berharap lahir lebih banyak generasi muda yang tidak hanya mencintai laut, tetapi juga mampu mengelolanya secara cerdas dan berkelanjutan.
sumber : Kkp.go.id

