Musim kemarau panjang mulai dirasakan di Toba. Warga pun diminta waspada terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan, serta potensi krisis pangan. Pemerintah daerah mulai ambil langkah antisipatif.
Toba, ChanelIndonesia.com — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Toba mulai menimbulkan kekhawatiran. Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, mengimbau masyarakat untuk tidak menyepelekan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa terjadi akibat kemarau panjang.
Dalam kunjungan ke jemaat Gereja Katolik Kristus Raja Stasi Tambunan, Balige, pada Minggu (20/7/2025), Audi mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan.
“Putung rokok pun jangan dibuang sembarangan. Ini bisa memicu kebakaran saat cuaca sangat kering seperti sekarang,” pesannya.
Tak hanya karhutla, Audi juga menyoroti dampak lain dari kemarau yang berpotensi memicu gagal panen dan krisis pangan. Ia meminta para petani di Kabupaten Toba tidak menjual hasil panennya ke luar daerah demi menjaga ketersediaan pangan lokal.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Toba telah menjalin koordinasi dengan Bulog agar bantuan pangan bisa disalurkan lebih awal, yakni sekitar November atau Desember 2025. Selain itu, pemerintah juga berencana menggelar pasar murah guna mengendalikan inflasi harga bahan pokok.
Terkait pembangunan rumah ibadah, Audi turut memberi dukungan kepada rencana pembangunan Gereja Katolik Stasi Tambunan. Ia mendorong agar perencanaan dilakukan dengan matang dan sesuai dengan aturan hibah yang berlaku.
Tak lupa, Wabup mengajak warga untuk aktif menyampaikan aspirasi maupun keluhan langsung kepada pemerintah melalui aparat desa, ASN, maupun langsung ke pimpinan daerah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting agar kebijakan yang dibuat benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
sumber: infopublik.id

