Jakarta, 6 Desember 2025,chanelindonesia.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem wirausaha fesyen berkelanjutan melalui kolaborasi lintas lembaga. Bersama Bank Indonesia, HIPMI Jakarta Selatan, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP Kemenperin), Kemenperin meluncurkan empat brand fesyen unggulan hasil program inkubasi Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk melahirkan sustainable entrepreneur di sektor fesyen. “Kolaborasi ini merupakan komitmen Kemenperin untuk melahirkan wirausaha fesyen yang unggul dalam kualitas, desain, dan kesadaran terhadap praktik keberlanjutan serta ekonomi sirkular,” ujarnya.
Peluncuran produk ini digelar dalam rangkaian Demoday dan Launching Produk Tenant Inkubator Bisnis 2025, sekaligus memperingati HUT ke-26 DWP Kemenperin, menjadikannya momen penting bagi penguatan talenta dan pengembangan industri kreatif fesyen nasional.
Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menjelaskan bahwa program inkubasi yang dijalankan BDI Jakarta merupakan langkah konkret untuk mencetak wirausaha industri yang mandiri dan kompetitif. “Pendekatan holistik tidak hanya menyentuh produksi, tapi juga inovasi, peningkatan kualitas, dan strategi pemasaran,” jelasnya.
Kepala BDI Jakarta Ali Khomaini menambahkan bahwa launching ini merupakan fase akhir dari rangkaian inkubasi yang dimulai sejak Agustus. Program tersebut meliputi business diagnostic, mentoring intensif, tiga kali bootcamp, kolaborasi kreatif, hingga produksi tiga koleksi baru.
Antusiasme publik terlihat dari tingginya jumlah pendaftar, yaitu 272 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bangka, Jawa Barat, hingga Sulawesi. Dari jumlah tersebut, dipilih empat tenant terbaik yang menjalani inkubasi intensif selama enam bulan dengan total 170 jam mentoring.
Empat Brand Fesyen Unggulan yang Diluncurkan
-
Tanahwari (Bangka) – Seri Srikandi Mekar, berkolaborasi dengan Dita Zulaika (Miss Tourism International Indonesia).
-
Harumi (Jakarta) – Seri Orchidea, berkolaborasi dengan Rana Assegaf (Influencer).
-
Kurantaka (Bogor) – Seri Pramesa, berkolaborasi dengan Maison Obscura (Brand Fashion).
-
Zeea (Bandung) – Seri Bold Revival, berkolaborasi dengan Dara Arafah (Selebgram).
Selain peluncuran koleksi, program ini juga membuka peluang investasi. Tenant Zeea berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp600 juta dari investor Lia Ikhwatun Khasanah. Sementara tenant Kurantaka menandatangani kerja sama strategis dengan Maison Obscura, dan BDI Jakarta turut menyepakati kerja sama lanjutan dengan HIPMI Jakarta Selatan.
Rangkaian acara juga diisi dengan Pelatihan Ecoprint Teknik Pounding (Hammer) yang diikuti oleh anggota DWP Kemenperin dari Jakarta, Bogor, dan Banten. Kegiatan ditutup dengan Inspiration Talkshow menghadirkan Didiet Maulana (Founder IKAT Indonesia) dan Melinda Baby Ana yang membahas strategi komunikasi kreatif dan penguatan ekosistem wastra nasional.
“Semoga peluncuran produk hari ini menjadi langkah awal menuju pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global,” tutup Doddy.
Sumnber : kemenperin.go.id

