NTT, Chanelindonesia.com – Maskapai Batik Air, bagian dari Lion Group Indonesia, resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Tambolaka–Bali dan Bali–Tambolaka melalui Bandara Lede Kalumbang, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/1/2026). Pembukaan rute ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas udara menuju Pulau Sumba.
Untuk melayani rute tersebut, Batik Air mengerahkan pesawat jet generasi modern Airbus A320 berkapasitas 156 kursi, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi. Pesawat ini dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus efisiensi perjalanan bagi penumpang.
Penerbangan perdana ini disaksikan langsung oleh Presiden Direktur Lion Group Indonesia Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga, Wakil Bupati Sumba Tengah Martinus Umbu Djoka, Kepala Bandara Lede Kalumbang Agus Priyatmono, Wakapolres SBD Kompol Jeffris Fanggidae, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas kehadiran Batik Air di wilayahnya. Ia menilai pembukaan rute Tambolaka–Bali sebagai langkah strategis yang membawa dampak luas bagi pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berkomitmen mendukung penuh pengembangan transportasi udara. Dampaknya sangat besar, bukan hanya bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagi penguatan sektor pariwisata,” ujar Bupati.
Menurutnya, konektivitas udara merupakan kunci utama untuk membuka potensi daerah dan mempercepat kemajuan wilayah. Ia bahkan menggambarkan posisi Sumba dalam peta pariwisata nasional sebagai destinasi masa depan. “Bagi kami, Bali adalah masa lalu, Labuan Bajo masa kini, dan Sumba adalah masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Lion Group Indonesia Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Lion Group, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, serta pengelola Bandara Lede Kalumbang. Ia menyebut rute Tambolaka–Bali tidak hanya memperkuat konektivitas domestik, tetapi juga membuka peluang akses internasional.
“Dengan dukungan 395 armada pesawat Lion Group, konektivitas internasional dapat dijangkau melalui Malaysia seiring dengan kehadiran Batik Air Malaysia,” jelasnya.
Dengan beroperasinya rute baru ini, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar, arus kunjungan wisatawan ke Pulau Sumba meningkat, serta pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sumber: infopublik.id

