Banjarbaru, Chanelindonesia.com — Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Peresmian dipusatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bahagia dan haru atas terwujudnya Sekolah Rakyat sebagai bentuk nyata perluasan akses pendidikan nasional, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Presiden mengapresiasi kerja bersama lintas kementerian dan lembaga yang telah mewujudkan program tersebut. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan langkah terobosan dan berani karena dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang selama ini berada di kelompok paling rentan.
Selain menyoroti aspek akses pendidikan, Presiden Prabowo juga mengungkapkan kekagumannya terhadap capaian para siswa Sekolah Rakyat. Dalam waktu singkat, para siswa menunjukkan kemampuan berbahasa asing seperti Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, dan Jepang, yang dinilai setara dengan anak-anak yang pernah tinggal di luar negeri.
Presiden bahkan menyampaikan gagasan agar siswa-siswi berprestasi tersebut mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri. Usulan itu disambut antusias oleh para peserta acara.
Tak hanya kemampuan bahasa, Presiden juga mengapresiasi prestasi akademik siswa Sekolah Rakyat. Dalam satu semester, sejumlah siswa telah menorehkan prestasi, termasuk juara olimpiade dan matematika, yang menurut Presiden menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melaporkan bahwa Sekolah Rakyat kini telah hadir di 166 titik yang tersebar di 34 provinsi serta 131 kabupaten dan kota. Program ini menampung 15.954 siswa, didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
Pemerintah juga telah menyalurkan sarana pendukung berupa 15.487 unit laptop dan 596 smartboard guna menunjang proses pembelajaran berbasis teknologi.
Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari implementasi Asta Cita, khususnya poin penguatan pembangunan sumber daya manusia. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 dan 2.
Ke depan, pemerintah menargetkan 500 Sekolah Rakyat beroperasi hingga tahun 2029. Sekolah ini mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa per sekolah.
Pada peresmian tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sosial serta jajaran Kabinet Merah Putih. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah, mulai dari teater, puisi, silat, paduan suara, hingga pidato multibahasa dan kesenian khas Banjar.
sumber: Kemensos

