Jakarta, chanelindonesia.com– PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) bersama Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) menggelar Coaching Clinic di ASIOP Stadium, Cempaka Putih, Jakarta. Program ini mendapat dukungan Indomilk Susu Steril dan bertujuan memperkaya pembinaan pelatih serta pemain muda Indonesia lewat pendekatan sepak bola modern.
Program yang sebelumnya digelar di Timika (20-22 November) ini menampilkan dua instruktur berlisensi UEFA A, Bert Zuurman dan Andre Simmelink. Mereka mengajarkan filosofi sepak bola Belanda dengan fokus pada game-based learning, pengambilan keputusan, dan koneksi latihan dengan situasi pertandingan nyata.
Sebanyak 100 peserta anak-anak mengikuti kegiatan ini. Bert Zuurman mengapresiasi fasilitas dan semangat peserta, serta menekankan pentingnya meningkatkan jumlah pemain perempuan di masa mendatang. “Akan sangat baik jika jumlah peserta perempuan bisa bertambah. Itu penting untuk perkembangan sepak bola perempuan di Indonesia,” ujarnya.
Salah satu peserta, Dafa, 13 tahun, mengaku mendapat banyak manfaat. “Basic bola seperti passing dan shooting banyak ditekankan. Tantangannya di pos empat lawan empat, kami belajar transisi positif-negatif, shooting, passing, dan komunikasi,” kata Dafa.
Andre Simmelink menegaskan latihan selalu dikaitkan dengan permainan nyata. “Pemain hanya bisa menjadi lebih baik ketika mereka berada di lingkungan yang menuntut pengambilan keputusan seperti dalam permainan sesungguhnya,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan pendidikan pelatih agar materi yang dipelajari bisa terus dikembangkan melalui kursus lanjutan.
Melalui kolaborasi PSSI, KNVB, dan Indomilk, coaching clinic ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi pembinaan pemain muda dan pelatih Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi sepak bola modern di tanah air.
Sumber : pssi.org

