Jakarta, Chanel Indonesia — Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i menyatakan optimistis bahwa penyempurnaan Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama akan memberikan kontribusi besar dalam memperkuat pemahaman keagamaan umat. Pernyataan itu disampaikan saat menutup Ijtimak Ulama Tafsir Al-Qur’an yang merampungkan penyempurnaan Tafsir Kemenag untuk Juz 1, 2, dan 3 di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Wamenag menyebut hasil penyempurnaan yang dipimpin Prof. Dr. Darwis Hude telah memenuhi standar pengembangan Al-Qur’an di Indonesia. Ia menilai para mufassir telah bekerja memenuhi kebutuhan zaman tanpa meninggalkan kaidah ilmu tafsir.
Menurutnya, pembaruan tafsir merupakan langkah strategis setelah terakhir diperbarui pada 2008. Perkembangan sains, teknologi, dan dinamika sosial-bahasa dianggap menuntut hadirnya tafsir yang lebih relevan bagi generasi saat ini.
Wamenag berharap edisi terbaru Tafsir Kemenag menjadi rujukan yang membawa pencerahan dan rahmat bagi umat Islam. “Kehidupan makin berkembang dan persoalan makin kompleks. Karena itu, tafsir diperlukan sebagai upaya memahami maksud Allah untuk diamalkan dalam kehidupan,” ujarnya di hadapan 54 pakar tafsir yang terlibat dalam penyempurnaan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wamenag juga menegaskan pentingnya adab seorang penafsir. Ia mengingatkan bahwa kedudukan wahyu harus selalu berada di atas logika manusia. “Janganlah membawa Al-Qur’an ke pikirannya, tetapi tundukkanlah pikirannya kepada Al-Qur’an. Metode apa pun yang digunakan, jika pikiran tunduk pada wahyu, hasilnya insya Allah mendekati kebenaran,” tegasnya.
Menutup arahannya, Romo Syafi’i menyampaikan apresiasi kepada para ulama, kiai, dan cendekiawan yang telah berkontribusi dalam proses Ijtimak Ulama Tafsir untuk uji publik penyempurnaan Tafsir Al-Qur’an yang berlangsung pada 19–21 November 2025.
Sumber : Kemenag
