Lumajang, 6 Desember 2025, chanelindonesia.com — Upaya memperkuat literasi media sejak usia dini terus digencarkan TK Syarifuddin melalui kolaborasi edukatif bersama LPPL Radio Suara Lumajang. Kegiatan outing class yang digelar Kamis (4/12/2025) ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi anak-anak untuk memahami dunia penyiaran yang selama ini hanya mereka dengar melalui radio.
Outing class ini memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana informasi disusun, diproduksi, hingga akhirnya sampai ke telinga pendengar. Anak-anak diajak menyaksikan langsung proses kerja penyiar, cara operator mengelola siaran, serta memahami perangkat teknis yang digunakan dalam penyiaran.
Wakil Kepala Kurikulum TK Syarifuddin, Anik Fauziyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran bermakna yang menghubungkan konsep akademik dengan dunia nyata.
“Anak-anak diajak melihat proses panjang di balik suara yang mereka dengar di radio. Mereka belajar bahwa penyiaran adalah kerja tim yang terorganisir,” ujarnya.
Menurut Anik, aktivitas ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga melatih rasa ingin tahu, keberanian, hingga kemampuan berpikir kritis. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika anak-anak diberi kesempatan berbicara langsung di depan mikrofon, menyapa pendengar, dan merasakan atmosfer siaran sesungguhnya.
“Aktivitas ini melatih konsentrasi, komunikasi, dan kepercayaan diri—kompetensi penting dalam pendidikan karakter,” tambahnya.
Kegiatan ini juga selaras dengan tema pembelajaran sekolah, yakni “Alat Komunikasi” dan “Profesi.” Melalui interaksi langsung, konsep yang diajarkan guru menjadi lebih mudah dipahami dan relevan bagi anak-anak.
Penanggung Jawab LPPL Radio Suara Lumajang, Ridwan Effendy, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa lembaga penyiaran publik memiliki peran strategis dalam memperluas literasi media, termasuk bagi kelompok usia dini.
“Mengenalkan media sejak dini membekali anak agar mampu memilah informasi, memahami proses produksi pesan, dan tidak mudah terjebak konten digital yang tidak sehat,” tegas Ridwan.
Ia berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan minat anak-anak terhadap komunikasi dan teknologi di masa depan, sekaligus menjadikan proses belajar terasa menyenangkan dan inspiratif.
Sumber : Infopublik

