Yogyakarta, ChanelIndonesia.com — Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Dewan Pengurus Daerah Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (DPD GIPI) DIY 2025 berlangsung dengan atmosfer reflektif dan kolaboratif di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta. Mengusung tema “Sinkronisasi, Finalisasi, dan Komitmen Bersama”, forum ini menjadi tonggak penting dalam mengharmonisasi lintas program demi penguatan sektor pariwisata yang terpadu dan berdampak luas.
Ketua Presidium Sidang, Agus Budi Rahman, mengangkat filosofi sebatang pohon sebagai bingkai berpikir dalam RAKERDA kali ini. Ia menjelaskan bahwa akar adalah nilai, visi, dan komitmen bersama; batang adalah sistem organisasi; dan buah adalah hasil sinergi nyata—kontribusi untuk masyarakat, pariwisata, dan kesejahteraan anggota.

“Kita ingin agar semua bidang bergerak seirama. Program tidak boleh berdiri sendiri, tapi saling menopang. Ibarat sistem akar yang menyatu, batang yang kokoh, dan buah yang tumbuh dari harmoni,” jelas salah satu peserta dari bidang event dan promosi.
RAKERDA 2025 secara khusus menekankan pentingnya sinkronisasi sebagai napas organisasi. Tidak hanya sebagai mekanisme teknis, tetapi sebagai kesadaran kolektif bahwa semua bidang adalah bagian dari satu tubuh yang sama. Bila satu sisi tumbuh sendiri tanpa keseimbangan, struktur organisasi bisa timpang.
Di sesi pleno, filosofi pohon kembali ditegaskan sebagai prinsip dasar organisasi modern: berakar pada nilai, bertumbuh dalam sistem sehat, dan berbuah dalam kontribusi kolektif. Agus menekankan, “Organisasi ini bukan tentang siapa paling menonjol, tapi siapa yang bisa membangun kerja sama berdampak.”
RAKERDA juga menyepakati sejumlah program unggulan lintas bidang, seperti:
-
Penguatan promosi destinasi wisata
-
Pengembangan SDM pariwisata
-
Integrasi kalender event daerah
-
Kolaborasi strategis dengan pemangku kepentingan eksternal
Seluruh program telah difinalisasi dalam suasana dialog terbuka, memastikan tidak ada tumpang tindih dan memperkuat peran lintas sektor dalam satu ekosistem kerja.
Sebagai penutup, Agus mengajak seluruh anggota organisasi untuk terus menjaga nilai dan arah bersama.
“Jika akar kita adalah nilai dan kebersamaan, batangnya adalah struktur dan komunikasi yang sehat, maka buahnya akan membawa manfaat bukan hanya untuk kita, tapi juga ekosistem pariwisata yang lebih luas.”
RAKERDA GIPI DIY 2025 tak sekadar menghasilkan dokumen kerja, tapi juga memperkuat jati diri organisasi sebagai ruang kolaboratif yang hidup, bernilai, dan siap tumbuh bersama.

