JAKARTA, 6 Desember 2025,chanelindonesia.com — Rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 memasuki hari kedua dengan berbagai kegiatan edukatif, layanan publik, dan pertunjukan seni yang digelar di kawasan FX Sudirman, Jakarta, Kamis (4/12). Acara ini tidak hanya menjadi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas, tetapi juga ajang edukasi bagi masyarakat luas.
Kegiatan dibuka dengan penampilan tarian Papua yang memeriahkan panggung utama. Usai pertunjukan, dilanjutkan talkshow bertema “Pengasuhan dan Perawatan Anak Berkebutuhan Khusus” dengan menghadirkan Ketua PP Perdosri DR. Rumaisah Hasan, M.Pd; Dosen Pendidikan Khusus LSPR SSNE Drinka Radisic; dan perwakilan Portadin, Peni Kusumawati.
Para narasumber kompak menekankan pentingnya pengasuhan yang berfokus pada potensi dan keunikan setiap anak. Drinka menyampaikan bahwa pendekatan positif, termasuk membangun personal branding anak, dapat membantu menonjolkan kekuatan yang mereka miliki. Sementara itu, Peni menegaskan bahwa pendidikan memang penting, tetapi bukan satu-satunya sarana untuk mengoptimalkan kemampuan anak penyandang disabilitas.
Selain sesi edukasi, pengunjung juga bisa memanfaatkan layanan terapi fisioterapi gratis yang tersedia di area kegiatan. Banyak peserta mengaku merasakan langsung manfaat dari layanan tersebut. Sementara itu, stan-stan pameran memeriahkan area masuk dan area utama FX Sudirman dengan karya dan produk dari penyandang disabilitas.
Memasuki sesi kedua, talkshow bertema “Anti Aging: Menunda Penuaan Secara Alami & Aman” menghadirkan DNY Skincare dan turut dihadiri Pengurus Pusat Dharma Wanita Persatuan Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, serta Seruni.
Di area pameran, berbagai layanan publik tersedia, mulai dari produk UMKM disabilitas, layanan administrasi kependudukan, informasi lowongan kerja, layanan medis, kartu gratis, hingga stan perbankan serta penyedia alat bantu disabilitas seperti kursi roda manual dan elektrik.
Beberapa sentra binaan Kemensos juga menghadirkan produk unggulan, antara lain kerupuk ikan (Sentra Bahagia Medan), kue ketam (Sentra Mulyajaya Jakarta), telur asin STPL Belasi, keju kriwil STIS Bogor, kopi jahe (Sentra Wasana Ternate), abon ikan cakalang, Wija Cookies (Sentra Wirajaya Makassar) hingga aksesori, batik ciprat, tas, dan boneka buatan penyandang disabilitas.
Menjelang sore, suasana semakin hidup dengan penampilan band serta lagu-lagu lintas genre yang menghibur para pengunjung di lantai 1 pelataran FX Sudirman.
Peringatan HDI 2025 ini kembali menegaskan pesan penting: kondisi disabilitas bukan batas kemampuan, tetapi panggilan untuk membuka ruang kesempatan setara tanpa diskriminasi di segala lini kehidupan.
Sumber : Kemensos

