Jakarta, chanelindonesia.com – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menerima kunjungan KGPAA Mangkunegara X, Gusti Bhre, di Gedung Kementerian PU, Jakarta, Kamis 11 Desember 2025. Pertemuan tersebut membahas rencana penataan Kawasan Mangkunegaran di Surakarta, Jawa Tengah, yang mencakup rehabilitasi Wangkawa, Pamedan, dan area Kavaleri sebagai tiga komponen utama yang perlu pembenahan.
Dalam dialog tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa Kementerian PU siap memberikan dukungan penuh selama proses penataan mengikuti ketentuan pelestarian cagar budaya. Ia memastikan seluruh aspek teknis akan dikoordinasikan melalui Ditjen Cipta Karya sambil menunggu rekomendasi dari lembaga yang berwenang menilai aspek konservasi.
Gusti Bhre menyampaikan bahwa beberapa bangunan inti Mangkunegaran membutuhkan perhatian khusus karena mengalami kerusakan struktural yang tidak tampak dari luar. Ia menjelaskan bahwa sejumlah bangunan sakral bahkan belum pernah dievaluasi secara struktural, sehingga memerlukan penanganan yang lebih mendalam. Untuk kawasan Kavaleri, ia mengusulkan rehabilitasi dari sisi interior karena menjadi bagian terpenting dari keseluruhan kompleks.
Ia menekankan bahwa merawat Mangkunegaran bukan hanya soal fisik, tetapi juga menjaga nilai sakral dan tradisi yang melekat. Menurutnya, pendopo Mangkunegaran merupakan destinasi wisata utama di Surakarta sekaligus pusat aktivitas masyarakat, sehingga dampak revitalisasi akan dirasakan luas oleh sektor pariwisata dan warga sekitar.
Direktur Pengembangan Kawasan Strategis Ditjen Cipta Karya, Rozali Indra Saputra, mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan kajian awal di lapangan namun mendapati sejumlah kendala teknis. Salah satunya adalah proses appraisal cagar budaya dan kesulitan pemindahan material yang harus mematuhi aturan konservasi. Ia menegaskan bahwa penanganan struktural dirancang cukup masif, tetapi saat ini pihaknya masih menyelesaikan tantangan terkait material.
Menutup pertemuan, Menteri Dody kembali menekankan perlunya prosedur dan koordinasi lintas kementerian agar seluruh rancangan penataan tetap berada dalam koridor pelestarian. Ia menyampaikan bahwa rekomendasi dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon diperlukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan cagar budaya. Tahapan teknis selanjutnya akan dikoordinasikan bersama Ditjen Cipta Karya yang akan mengawal proses pendampingan di Kawasan Mangkunegaran.
Sumber : pu.go.id

