Close Menu
  • Homepage
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tolak Uji Materi Nikah Beda Agama, Tegaskan Perkawinan Sah Berdasarkan Hukum Agama

Februari 3, 2026

Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI dan Keamanan Siber Pegang Peran Kunci

Februari 1, 2026

KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025, Tertinggi dalam Lima Tahun

Januari 31, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Chanel Indonesia – AKtual,Informatif,TerpercayaChanel Indonesia – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Homepage
  • Nasional

    MK Tolak Uji Materi Nikah Beda Agama, Tegaskan Perkawinan Sah Berdasarkan Hukum Agama

    Februari 3, 2026

    Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI dan Keamanan Siber Pegang Peran Kunci

    Februari 1, 2026

    KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025, Tertinggi dalam Lima Tahun

    Januari 31, 2026

    BPJPH Perkuat Kesiapan Wajib Halal Oktober 2026 bagi Perusahaan Besar

    Januari 30, 2026

    Lampaui Target, Indonesia Sabet 135 Emas dan Finis Runner Up ASEAN Para Games 2025

    Januari 26, 2026
  • Daerah

    Suluh Praja, Bukti Kolaborasi Akademisi dan Penegak Hukum untuk Desa Berdaya

    Januari 29, 2026

    Ketika Edukasi Hukum Hadir di Desa, UGM dan Kejati DIY Jalankan Suluh Praja

    Januari 28, 2026

    FH UGM dan Kejati DIY Perkuat Tata Kelola Desa Lewat Penyuluhan Hukum Suluh Praja

    Januari 27, 2026

    Agus Budi Rahmanto: Wisatawan Tak Lagi Cari Destinasi, Tapi Pengalaman

    Januari 26, 2026

    Suluh Praja di Kalurahan: Upaya Membangun Kesadaran Hukum dari Akar Desa

    Januari 26, 2026
  • Olahraga

    Lampaui Target, Indonesia Sabet 135 Emas dan Finis Runner Up ASEAN Para Games 2025

    Januari 26, 2026

    Persibat Batang Fokus Bangkit di 16 Besar Liga 4 Jateng, Siap Hadapi PSD Demak di Laga Kandang

    Januari 24, 2026

    Pontianak City Run 2026 Kembali Digelar, Pelari Mancanegara Siap Ramaikan Kota

    Januari 22, 2026

    Tampil Dominan di GOR Kemenkes, ATR/BPN Amankan Tiket Semifinal Bulutangkis KORPRI

    Januari 18, 2026

    Hasil Drawing ASEAN Hyundai Cup 2026: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Vietnam

    Januari 17, 2026
  • Pendidikan

    Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI dan Keamanan Siber Pegang Peran Kunci

    Februari 1, 2026

    KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025, Tertinggi dalam Lima Tahun

    Januari 31, 2026

    BPJPH Perkuat Kesiapan Wajib Halal Oktober 2026 bagi Perusahaan Besar

    Januari 30, 2026

    Suluh Praja, Bukti Kolaborasi Akademisi dan Penegak Hukum untuk Desa Berdaya

    Januari 29, 2026

    Ketika Edukasi Hukum Hadir di Desa, UGM dan Kejati DIY Jalankan Suluh Praja

    Januari 28, 2026
  • Wisata

    Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI dan Keamanan Siber Pegang Peran Kunci

    Februari 1, 2026

    Agus Budi Rahmanto: Wisatawan Tak Lagi Cari Destinasi, Tapi Pengalaman

    Januari 26, 2026

    Pontianak City Run 2026 Kembali Digelar, Pelari Mancanegara Siap Ramaikan Kota

    Januari 22, 2026

    Menembus Lorong Waktu di Kotagede, Loman Park Hotel & Jogja Good Guide Ajak Wisata Sejarah Mataram

    Januari 16, 2026

    Loman Park Hotel Hadir di Ikappesty Wedding Expo 2026, Tawarkan Cashback dan Bonus Pernikahan

    Januari 15, 2026
Chanel Indonesia – AKtual,Informatif,TerpercayaChanel Indonesia – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Meningkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Hias Nemo di Maluku untuk Lindungi Ekosistem Laut
Daerah

Meningkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Hias Nemo di Maluku untuk Lindungi Ekosistem Laut

Chanel IndonesiaBy Chanel IndonesiaMaret 11, 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
KKP tingkatkan produktivitas budidaya ikan hias nemo di Maluku, mendukung ekonomi lokal dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut dengan teknologi ramah lingkungan. foto : KKP
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kilasinformasi.com, 11 Maret 2025 – Budidaya ikan hias nemo semakin menjadi primadona bagi masyarakat di Maluku, mengingat potensi ekonomi yang besar. Namun, di balik kesuksesan ini, menjaga keberlanjutan ekosistem laut juga menjadi perhatian utama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Untuk itu, KKP berkomitmen memperkuat pengembangan budidaya ikan nemo, sekaligus memastikan kelestarian lingkungan perairan di kawasan tersebut.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon telah berhasil mengembangkan lebih dari 50 varian ikan nemo. Keberhasilan ini dicapai berkat upaya keras BPBL Ambon dalam mengembangkan teknik kawin silang yang menghasilkan varian baru dengan corak unik yang banyak diminati pasar. Hal ini tidak hanya meningkatkan nilai jual ikan hias tersebut, tetapi juga mendongkrak kesejahteraan para pembudidaya setempat.

Baca Juga, Kilasindonesia : KKP dan BPOM Sinergi Jaga Keamanan Pangan Perikanan Selama Ramadan

“Melalui teknik kawin silang yang cermat, BPBL Ambon berhasil menciptakan varian-varian ikan nemo baru yang laku keras di pasaran, memberi peluang ekonomi yang lebih tinggi bagi para pembudidaya,” ujar Haeru Rahayu dalam kunjungannya ke BPBL Ambon pada 8 Maret lalu.

Solusi Budidaya untuk Menghindari Kerusakan Ekosistem

Permintaan yang tinggi terhadap ikan hias nemo bisa berisiko mengancam keberlanjutan ekosistem laut di Maluku, jika tidak dikelola dengan bijaksana. Oleh karena itu, KKP terus memantau dan mendorong pengembangan budidaya yang bertanggung jawab. “Pengembangan budidaya ikan hias nemo harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak ekosistem perairan kita. Kami memastikan bahwa program ini bukan hanya untuk keuntungan ekonomi, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan alam,” tegas Haeru.

BPBL Ambon memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ini. Kepala BPBL Ambon, Sarwono, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi ikan nemo, sambil menjaga kualitas lingkungan. Salah satunya adalah dengan membudidayakan benih ikan hias nemo di Keramba Jaring Apung (KJA), dan setelah mencapai ukuran yang ideal, benih-benih ini kemudian disalurkan ke berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali.

“BPBL Ambon juga memberikan pelatihan teknis untuk meningkatkan keterampilan para pembudidaya dalam hal perawatan dan pembudidayaan ikan hias. Selain itu, kami juga terus melakukan kegiatan restocking atau penebaran ikan nemo di perairan Maluku untuk menjaga kelestarian alam,” tambah Sarwono.

Baca Juga, Kilasinformasi : Terobosan Baru! KKP Gunakan Air Kelapa untuk Maskulinisasi Ikan Nila, Ini Buktinya

Teknologi dan Inovasi untuk Budidaya Berkelanjutan

Untuk mempercepat dan mengoptimalkan proses budidaya ikan nemo, BPBL Ambon juga memperkenalkan teknologi ramah lingkungan yang dapat meningkatkan hasil produksi dengan cara yang lebih efisien. Salah satunya adalah sistem Recirculating Aquaculture System (RAS), yang memungkinkan pembudidayaan ikan hias dalam kondisi yang lebih stabil, menjaga kualitas air, dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

“Teknologi ini memungkinkan budidaya ikan nemo dalam skala besar, namun dengan dampak lingkungan yang sangat minim. Dengan menggunakan sistem ini, kami dapat menghasilkan ikan hias dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih mudah diterapkan oleh pembudidaya lokal,” jelas Sarwono.

Pada tahun 2025, BPBL Ambon menargetkan untuk mendistribusikan sebanyak 3.000 benih ikan hias, dan hingga Maret 2025, sudah sekitar 2.500 ekor benih yang telah disalurkan. Selain itu, BPBL Ambon juga berhasil berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan menjual lebih dari 9.000 ekor ikan hias, yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp 26 juta pada Januari hingga Februari 2025.

Manfaat Ekonomi bagi Masyarakat

Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Teri, yang merupakan salah satu mitra BPBL Ambon, merasakan manfaat langsung dari program ini. Ketua Pokdakan Teri, Lamusu, menyatakan bahwa mereka telah berhasil membudidayakan 10 varian ikan nemo dengan corak warna unik yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Berkat pendampingan dari BPBL Ambon, produksi mereka semakin meningkat dan semakin menguntungkan.

“Berkat bantuan dan pelatihan dari BPBL Ambon, kami dapat menghasilkan ikan hias nemo yang berkualitas tinggi. Hal ini membawa dampak positif bagi perekonomian kami. Pendapatan bulanan kami kini sudah melebihi upah minimum setempat, mencapai sekitar Rp 5 juta per bulan,” ujar Lamusu.

Permintaan pasar terhadap ikan hias nemo masih sangat tinggi, baik di dalam negeri maupun internasional. Sebagai tambahan, kelompok mereka juga mengembangkan budidaya ikan kakap dan ikan bubara, yang semakin memperkuat keberlanjutan ekonomi mereka.

Baca Juga, Kilasinformasi : KKP Peringatkan Ancaman Kematian Ikan Massal di Waduk Jatiluhur, Masyarakat Diminta Waspada

Mendorong Ekonomi Lewat Budidaya Ikan Hias

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, juga menyatakan bahwa budidaya ikan hias memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pembudidaya di seluruh Indonesia. Selain itu, permintaan yang terus meningkat terhadap ikan hias di pasar domestik dan internasional memberikan peluang yang sangat besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah seperti Maluku.

“Program budidaya ikan hias ini bukan hanya bermanfaat bagi perekonomian masyarakat, tetapi juga mendukung upaya pelestarian ekosistem laut di Indonesia,” tutup Trenggono.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah serta penggunaan teknologi modern yang ramah lingkungan, diharapkan budidaya ikan hias nemo di Maluku dapat terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian alam.

Sumber : KKP

#BPBLAmbon #BudidayaIkanNemo #EkosistemLaut #IkanHias #KelestarianLaut #KKP #Maluku #PembangunanEkonomi #PerikananIndonesia #TeknologiRAS
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Chanel Indonesia
  • Website

Related Posts

Suluh Praja, Bukti Kolaborasi Akademisi dan Penegak Hukum untuk Desa Berdaya

Januari 29, 2026

Ketika Edukasi Hukum Hadir di Desa, UGM dan Kejati DIY Jalankan Suluh Praja

Januari 28, 2026

FH UGM dan Kejati DIY Perkuat Tata Kelola Desa Lewat Penyuluhan Hukum Suluh Praja

Januari 27, 2026

Agus Budi Rahmanto: Wisatawan Tak Lagi Cari Destinasi, Tapi Pengalaman

Januari 26, 2026

Suluh Praja di Kalurahan: Upaya Membangun Kesadaran Hukum dari Akar Desa

Januari 26, 2026

Persibat Batang Fokus Bangkit di 16 Besar Liga 4 Jateng, Siap Hadapi PSD Demak di Laga Kandang

Januari 24, 2026

Comments are closed.

Demo
Top Posts

MK Tolak Uji Materi Nikah Beda Agama, Tegaskan Perkawinan Sah Berdasarkan Hukum Agama

Februari 3, 2026

Lomba Habitat Tingkat Provinsi Jateng SEMARANG

Februari 6, 2025

Pasar Imlek Semawis Tahun 2025 Semarang

Februari 6, 2025
Don't Miss

MK Tolak Uji Materi Nikah Beda Agama, Tegaskan Perkawinan Sah Berdasarkan Hukum Agama

Februari 3, 2026

Jakarta, Chanelindonesia.com – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 1…

Transformasi Digital Indonesia Masuk Babak Baru, AI dan Keamanan Siber Pegang Peran Kunci

Februari 1, 2026

KPK Pulihkan Rp1,53 Triliun Aset Negara Sepanjang 2025, Tertinggi dalam Lima Tahun

Januari 31, 2026

BPJPH Perkuat Kesiapan Wajib Halal Oktober 2026 bagi Perusahaan Besar

Januari 30, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews
Demo
Chanel Indonesia – AKtual,Informatif,Terpercaya
Facebook Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 Chanel Indonesia

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.