Langgur, ChanelIndonesia.com – Penggagas Sail Indonesia sekaligus organisator yacht rally internasional, Raymond Timotius Lesmana, mendorong Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menetapkan pelabuhan pariwisata tetap untuk mendukung arus masuk kapal layar internasional.
Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan Wonderful Sail to Indonesia 2025 yang berlangsung di Pantai Ngiar Varat, Ohoidertawun, Maluku Tenggara, Jumat (25/7/2025). Menurut Raymond, selama 17 tahun menjadi titik masuk yacht rally, Malra belum memiliki pelabuhan resmi yang diakui peserta internasional.
“Kami butuh cetusan kebijakan daerah untuk menetapkan pelabuhan pariwisata tetap. Dengan itu, regulasi imigrasi baru bisa diantisipasi tahun depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan pelabuhan tetap akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan membuka peluang bagi Malra menjadi entry-exit point resmi kapal layar, sehingga tak lagi bergantung pada kota tetangga seperti Tual.
“Kami siap jika ada komitmen. Tapi harus ada kantor imigrasi, karantina, dan bea cukai sendiri di sini,” tegasnya.
Tahun ini, 26 kapal dari 13 negara ambil bagian dalam Wonderful Sail to Indonesia 2025, dengan total 65 peserta. Sebagian kapal seperti Akasa (Prancis), Navasana (Britania), dan Sabre II (AS) telah melanjutkan pelayaran ke Banda, sementara 23 kapal masih berlabuh di Ngiar Varat.
Raymond juga menyoroti potensi diplomasi budaya yang melekat pada event ini. Interaksi langsung antara peserta yacht rally dengan masyarakat lokal, termasuk kunjungan ke sekolah dan pertunjukan budaya, dinilai memperkuat citra Indonesia di mata dunia.
Namun, ia mengakui tantangan utama masih terletak pada infrastruktur dan birokrasi, khususnya soal CIQP (Clearance In, Clearance Out, Quarantine, Immigration, and Customs).
“Laut kita indah, tetapi tanpa marina dan penyederhanaan prosedur, potensi wisata bahari kita tidak tergarap maksimal,” pungkasnya. (AG)
Sumber: Infopublik.id

