Jakarta, Chanelindonesia.com — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI)/BP2MI menggelar rapat persiapan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2025. Rapat ini resmi dibuka oleh Dr. Nora Kartika Setyaningrum, S.E., M.Si., dan dihadiri oleh sejumlah mitra strategis, termasuk perwakilan Dinas Psikologi TNI Angkatan Udara (DISPSIAU) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Dari DISPSIAU hadir Kasubdisyanpsi N.W. Dyah W.M., Psikolog Novita Damayanti, Bendahara Rudie Murdiyanto, serta anggota M. Krisnanda Fuad. Sementara dari LAN hadir perwakilan Fany Heru. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bentuk dukungan dalam menyiapkan orientasi yang terarah dan komprehensif.

Program Orientasi PPPK dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap. Tahap I akan diikuti oleh 20 pegawai pusat dan 41 pegawai daerah. Sementara Tahap II mencakup 88 pegawai pusat dan 164 pegawai daerah. Gelombang II ditargetkan terlaksana paling lambat Oktober 2025, dengan peserta yang berasal dari beragam latar belakang pekerjaan, mulai dari tenaga kebersihan, sekuriti, hingga pengemudi. Pendidikan peserta juga bervariasi, dari lulusan SD hingga SMA.
Menurut KP2MI/BP2MI, pelaksanaan orientasi menjadi penting karena sebagian besar PPPK tidak memiliki pengalaman di lingkungan perkantoran. Melalui orientasi, peserta akan dibekali pemahaman budaya kerja, prosedur administrasi, serta etika perkantoran.
“Orientasi ini diharapkan menumbuhkan pola pikir baru, rasa tanggung jawab, dan profesionalisme sesuai kebutuhan organisasi. Peserta akan belajar menyesuaikan diri dengan tugas yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya,” terang Dr. Nora.
Dengan adanya program ini, KP2MI/BP2MI berkomitmen membangun SDM aparatur yang adaptif, profesional, dan siap menjalankan peran strategisnya dalam mendukung pelayanan publik di bidang pelindungan pekerja migran.(MD)

