REDELONG, chanelindonesia – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bener Meriah bergerak cepat sejak hari pertama terjadinya bencana hidrometeorologi, menurunkan tim relawan langsung ke lapangan, termasuk wilayah terisolir yang putus akses jalan, Rabu (24/12/2025).
Sebanyak tujuh pegawai DP3AKB diterjunkan sebagai relawan, dipimpin langsung oleh Kepala DP3AKB Edi Jaswin, didampingi Sekretaris DP3AKB Widya Astuti, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Nirwana Ilyas, serta psikolog Isminiarabina. Penanganan dilakukan secara terkoordinasi untuk memastikan setiap pengungsi mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.
“Pembagian tugas dilakukan secara terencana dan terkoordinasi sesuai dengan kebutuhan di posko pengungsian,” ujar Widya Astuti.
Pada 17 Desember 2025, tim DP3AKB melakukan kegiatan di Posko Pengungsian Tunyang Induk yang menampung pengungsi dari Desa Tunyang Induk dan Pantan Kemuning. Lebih dari 70 anak berada di lokasi pengungsian dan mendapat perhatian khusus, termasuk pendampingan psikologis.
Fokus utama tim DP3AKB adalah trauma healing dan pendampingan psikososial. Pada 20 Desember 2025, kegiatan ini diperkuat dengan kerja sama Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Bener Meriah, yang menyalurkan bantuan berupa alat tulis, buku mewarnai, dan makanan ringan. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah, Halimah, untuk mendukung pemulihan psikososial anak-anak terdampak.
Tim DP3AKB juga melaksanakan trauma healing di Posko KM 60 Desa Rimba Raya, fokus pada keluarga korban yang kehilangan enam anggota keluarga akibat bencana. Salah satu korban selamat, Susi Susanti, seorang guru SD, yang kehilangan suami dan dua anak balitanya, menerima pendampingan psikologis intensif.
Selain itu, pendistribusian makanan ringan dilakukan di jalur pengungsian yang mayoritas dihuni perempuan dan anak-anak. Tim psikolog dan Kepala UPTD PPA memberikan dukungan berkelanjutan untuk membantu pemulihan trauma warga.
DP3AKB menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Seluruh kegiatan telah didokumentasikan dan dilaporkan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah sebagai bagian dari koordinasi penanganan bencana secara terpadu.
Sumber : Info Publik

