Surabaya, Chanelindonesia.com – Lulusan program doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Ardaneswari Dyah Pitaloka Citraresmi, STP, MP, sukses mengembangkan kerangka kerja inovatif untuk mendorong kreativitas dan performa UMKM di subsektor industri kreatif. Melalui disertasinya, perempuan yang akrab disapa Arda ini merancang peta jalan terukur agar pelaku UMKM bisa bekerja lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
Arda menjelaskan, penelitiannya bertujuan menemukan pendekatan paling efektif untuk meningkatkan kinerja kreatif UMKM. Berdasarkan survei dan analisis mendalam, ada tiga faktor utama yang terbukti paling berpengaruh: ergonomi tempat kerja, keberlanjutan tenaga kerja, dan kesiapan transformasi digital.
“Temuan ini membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dan layanan lewat digitalisasi, merapikan alur kerja, serta menjaga kesejahteraan tim,” ujarnya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS, di Surabaya, Rabu (8/10/2025).
Pendekatan Penelitian Inovatif dan Komprehensif
Dalam penyusunannya, Arda menggunakan metode sequential mixed methods, yang menggabungkan beberapa pendekatan ilmiah, antara lain:
-
PLS-SEM (Partial Least Square-Structural Equation Modelling) untuk analisis kuantitatif,
-
Delphi Method untuk menyusun konsensus para pakar,
-
serta survei kualitatif untuk memvalidasi konteks di lapangan.
Dengan dukungan Importance-Performance Matrix Analysis (IPMA) dan masukan dari panel ahli, penelitian ini menghasilkan model terintegrasi yang bisa langsung diimplementasikan.
“Salah satu penerapan praktisnya adalah memperkuat mekanisme umpan balik dan meningkatkan kesejahteraan tim kerja di sektor UMKM,” jelas Arda.
Dampak di Tingkat UMKM, Pekerja, dan Wilayah
Arda merinci manfaat model ini dalam tiga tingkatan:
-
UMKM: mengurangi kesalahan produksi, mempercepat alur kerja, dan menekan limbah bahan.
-
Pekerja: menciptakan lingkungan kerja ergonomis dan jam kerja manusiawi yang mengurangi kelelahan dan cedera.
-
Wilayah: meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal dan memperkuat rantai pasok industri kreatif.
Ia menambahkan, hasil riset ini juga bisa digunakan dinas pendamping UMKM dalam merancang program pelatihan dan pendanaan mikro yang lebih tepat sasaran.
Bimbingan dari Promotor Terbaik ITS
Dalam penyusunan disertasi, Arda dibimbing oleh dua akademisi terkemuka ITS:
-
Prof. Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, MT (Promotor)
-
Ratna Sari Dewi, ST, MT, Ph.D (Co-Promotor)
Perempuan asal Madiun berusia 35 tahun ini juga menorehkan prestasi akademik gemilang dengan beberapa publikasi ilmiah, termasuk dua karya terindeks Scopus dalam bentuk prosiding dan jurnal internasional.
“Isu UMKM sudah saya geluti sejak kuliah sarjana. Fokus pada industri kreatif saya mulai empat tahun terakhir,” tutur Arda.
Dukung SDGs dan Komitmen ITS pada Inovasi
Penelitian ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
-
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)
-
SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
Arda berharap temuannya menjadi acuan praktis dan dasar studi lanjutan bagi pengembangan UMKM nasional.
“Inovasi ini langkah konkret agar UMKM Indonesia semakin kompetitif dan berdaya saing global,” pungkasnya.’
sumber: Infopublik.id

