Tak sekadar menjalankan kewajiban akademik, mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ditantang Bupati Blora untuk jadi agen perubahan desa. Dari pemetaan potensi lokal hingga isu anak tidak sekolah (ATS), pengabdian mahasiswa ditunggu masyarakat.
Blora, ChanelIndonesia.com — Sebanyak 101 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Mereka diterima langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman dalam acara penyambutan yang berlangsung di ruang rapat Bapperida, Selasa (22/7).
Dalam sambutannya, Bupati Arief menekankan bahwa KKN bukan hanya kewajiban kampus, tetapi momen untuk mengasah kepekaan sosial, menggali potensi lokal, dan menyentuh persoalan nyata di masyarakat.
“Saya minta adik-adik mahasiswa bisa memetakan apa saja yang menjadi potensi wilayah, termasuk juga persoalan dan tantangan yang ada di sana,” ujar Bupati Arief.
Mahasiswa akan ditempatkan di lima lokasi: Kelurahan Bangkle, Kedungjenar, Jepon, serta Desa Jepangrejo dan Plantungan, yang berada di wilayah Kecamatan Blora Kota dan Jepon.
Setiap wilayah memiliki kekayaan lokal berbeda. Di Jepangrejo, ada kopi santen; di Kedungjenar, keripik tempe dan batik; Plantungan menyimpan sumur minyak rakyat dan limbah pertanian; Bangkle dikenal dengan seni barongan; dan Jepon berkembang lewat UMKM.
Bupati meminta mahasiswa tidak sekadar mengamati, tapi turut mendampingi warga mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal. Baik melalui teknologi tepat guna, manajemen usaha kecil, pendidikan lingkungan, hingga literasi digital.
Lebih jauh, Bupati juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam isu strategis daerah, seperti penguatan UMKM, ketahanan pangan, edukasi lingkungan, dan penanganan anak tidak sekolah (ATS).
“Saya harap adik-adik bisa memetakan, di desa itu anak tidak sekolahnya ada berapa. Kenapa mereka tidak sekolah, karena ekonomi, sosial, atau faktor lain. Dari data itu bisa muncul rekomendasi konkret,” tegasnya.
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci keberhasilan KKN. Bupati meminta mahasiswa menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga pemuda lokal, agar inovasi yang lahir benar-benar berdampak dan berkelanjutan.
Sebagai wadah menampilkan hasil kerja lapangan, Bupati bahkan membuka peluang mahasiswa untuk memperkenalkan produk atau inovasi mereka di Car Free Day (CFD).
“Silakan setelah dua atau tiga minggu, kalau sudah menemukan potensinya, bisa dipresentasikan di CFD. Ini jadi ajang unjuk hasil sekaligus memperkenalkan Blora ke publik,” tambahnya.
Tak lupa, Bupati Arief menyampaikan apresiasi kepada UNY atas komitmen berkelanjutan menjadikan Blora sebagai lokasi pengabdian mahasiswa.
“Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut, tidak hanya di KKN, tapi juga dalam bentuk riset, inovasi pembangunan, hingga pengembangan SDM lokal,” ujarnya.
Acara penyambutan turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi UNY Soni Nopembri, para dosen pembimbing, perangkat daerah, camat, kepala desa/lurah, serta panitia dari UNY.
Sumber: Infopublik.id

