Redelong, chanelindonesia— Bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra sejak Rabu (26/11/2025) membawa dampak signifikan terhadap infrastruktur jalan dan jembatan. Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, sempat mengalami isolasi cukup parah akibat kerusakan ruas jalan dan putusnya jembatan.
Namun, upaya penanganan darurat dan perbaikan bertahap mulai menunjukkan hasil. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, Safriadi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan BPBD, Anwar Sahdi, menyatakan bahwa hingga Jumat (26/12/2025), tujuh dari sepuluh kecamatan di Bener Meriah sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.
“Tujuh kecamatan saat ini sudah bisa diakses oleh kendaraan roda empat, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan semakin lancar,” ujar Anwar Sahdi melalui sambungan telepon.
Kecamatan yang kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat antara lain: Bukit, Pondok Baru, Wih Pesam, Gajah Putih, Timang Gajah, Permata, dan Bener Kelipah.
Sementara itu, tiga kecamatan lainnya, yakni Syiah Utama, Mesidah, dan Pintu Rime Gayo, masih terbatas hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Menurut Anwar Sahdi, proses perbaikan jalan dan jembatan di ketiga kecamatan tersebut terus dilakukan secara bertahap.
“Kami berharap dengan sinergi antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat, perbaikan jalan dan jembatan di tiga kecamatan yang masih terbatas aksesnya ini dapat segera dituntaskan,” pungkasnya.
Dengan pemulihan akses di sebagian besar kecamatan, mobilitas warga dan distribusi bantuan logistik kini berjalan lebih lancar, menandai langkah awal pemulihan pasca-bencana di Kabupaten Bener Meriah.
(MAH/MC Bener Meriah)
Sumber : Info Publik

