Surabaya , chanelindonesia.com– Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong percepatan implementasi Satu Data sektor perhubungan melalui peningkatan kualitas dan keterisian data. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Data dan Statistik (Kabid Dastik) Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim, Imam Fahamsyah, saat menjadi narasumber dalam Rapat Harmonisasi Data Sektor Perhubungan Tahun 2025 di Kantor Bakorwil III Malang, Rabu (26/11/2025).
Rapat dihadiri dinas perhubungan kabupaten/kota serta pemangku kepentingan terkait, dengan tujuan menyelaraskan pengelolaan data perhubungan sesuai prinsip Satu Data Indonesia (SDI) dan mendukung tersedianya data akurat untuk pembangunan daerah.
Imam menjelaskan, pada 2025 terdapat 159 daftar data sektoral perhubungan, meningkat signifikan dari 154 data tahunan, 4 data bulanan, dan 1 data triwulan. “Data transportasi seperti jumlah pelabuhan, bandara, terminal, lalu lintas harian, hingga angka kecelakaan sangat penting dalam penyusunan program yang tepat sasaran,” katanya.
Selain itu, penyebarluasan data melalui Open Data Jawa Timur kini mencakup 61 dataset dan satu dataset geospasial mengenai lokasi bandara yang tersedia di portal Satu Peta Jawa Timur. Peningkatan daftar data sektor perhubungan terlihat dari 12 data pada 2023, 61 data pada 2024, dan melonjak menjadi 159 data pada 2025.
Imam juga menekankan pentingnya pengisian dan sinkronisasi data sektoral melalui SIPD E-Walidata, yang menjadi persyaratan penyusunan RPJMD dan Renstra perangkat daerah. “E-Walidata menjadi instrumen penting untuk memastikan konsistensi data perencanaan dalam penyusunan RPJMD dan Renstra,” jelasnya.
Meski capaian meningkat, sejumlah kendala masih dihadapi, seperti minimnya Rekomendasi Kegiatan Statistik (ROMANTIK) dengan hanya satu kegiatan yang disetujui BPS, metadata statistik yang baru satu disetujui, serta tingkat keterisian data sektoral yang mencapai 65,12 persen pada November 2025.
Solusi yang diusulkan meliputi penambahan pengajuan ROMANTIK, percepatan penyusunan metadata, dan pemenuhan keterisian data tepat waktu setiap periode. Imam menegaskan percepatan Satu Data Jawa Timur membutuhkan kolaborasi produsen data, walidata, BPS sebagai pembina data, dan Bappeda sebagai koordinator.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan desk daftar data perhubungan 2025 dan perencanaan data perhubungan 2026, menandai langkah strategis Jawa Timur dalam memperkuat ekosistem data untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan layanan transportasi.
Sumber ;: Infopublik

