Jakarta, ChanelIndonesia.com — Isu keberlanjutan atau sustainability semakin relevan di tengah maraknya kesadaran generasi muda terhadap krisis lingkungan. Hal ini mendorong Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar untuk mengangkat pentingnya pemanfaatan Intellectual Property (IP) lokal dalam menyuarakan isu-isu lingkungan hidup melalui media digital.
Dalam Green Impact Festival 2025 yang berlangsung di Djakarta Theater Ballroom, Kamis (24/7/2025), Irene menekankan bahwa kekuatan komunikasi digital dapat menjadi kendaraan utama dalam menyebarluaskan nilai-nilai ramah lingkungan.
“Brand lokal perlu membangun citra sebagai sustainable brand, dan itu dimulai dari bagaimana kita menyampaikan pesan melalui sosial media,” ujar Irene. Ia menambahkan, IP lokal seperti karakter-karakter visual bisa menjadi alat storytelling yang efektif, asalkan diperkuat dengan rantai pasok dan strategi promosi yang tepat.
Green Impact Festival 2025, hasil kolaborasi antara Rakyat Merdeka dan Society of Renewable Energy (SRE), menjadi wadah strategis generasi muda untuk berdialog dan berbagi solusi dalam menjawab tantangan lingkungan lewat inovasi teknologi, pangan, dan energi.
Wamen Irene juga mendorong para konten kreator untuk tetap konsisten menyuarakan gerakan sustainability di dunia digital. Salah satunya dengan membuat konten sederhana yang dekat dengan kebiasaan sehari-hari, seperti membawa tumbler, menghindari plastik, atau mengelola sampah secara mandiri.
Hal ini diamini oleh Ahmad Dekatama, konten kreator TikTok @PasmingBased, yang menjadi salah satu pembicara dalam sesi diskusi bertema “Leveraging Digital Communication to Accelerate Sustainable Practice”. Ahmad menilai, konten yang ringan namun relatable justru memiliki daya pengaruh tinggi dalam menanamkan kebiasaan baik pada audiens media sosial.
“Pesan sustainability bisa kita bawa dengan gaya kita sendiri. Yang penting, audiens memahami dan merasa dekat dengan isu yang kita angkat,” ujar Ahmad.
Diskusi juga diisi oleh Puteri Indonesia Lingkungan 2020 Putu Ayu Saraswati sebagai moderator, serta tokoh media seperti Arif Budisusilo (President Director Solo Pos Media), Retno Pinasti (Editor in Chief SCTV dan Indosiar), dan kreator lainnya. Mereka semua membagikan pengalaman dalam membangun komunikasi lingkungan yang berdampak melalui berbagai platform media.
Green Impact Festival menjadi ruang dialog lintas sektor, dari pemerintah, pemuda, hingga pelaku industri—yang menyuarakan misi yang sama: menjaga bumi, dengan cara yang kreatif dan relevan.
Sumber: ekraf

