Sambas, chanelindonesia.com — Pemerintah Kabupaten Sambas resmi menggelar Forum Konsultasi Publik untuk penyusunan Rencana Kontingensi (Renkon) Banjir 2026–2028 berbasis Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD). Agenda ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan dan manajemen risiko bencana di daerah yang hampir setiap tahun terdampak banjir.
Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, menegaskan bahwa penerapan pendekatan AMPD dalam penanganan banjir merupakan yang pertama di Kalimantan Barat. Ia menyebut, formula ini mengubah pola kerja yang sebelumnya reaktif menjadi lebih proaktif.
Menurutnya, pendekatan berbasis prediksi risiko memungkinkan pemerintah untuk bergerak lebih cepat sebelum dampak banjir terjadi.
“Konsep AMPD ini mengubah pola reaktif menjadi proaktif, di mana langkah pencegahan dilakukan lebih awal berdasarkan informasi risiko yang sudah terprediksi. Jika risiko dapat diprediksi, maka pencegahan dan perlindungan harus dilakukan sebelum dampak terjadi,” ujar Heroaldi dalam forum yang digelar di Aula Bapperida Sambas, Selasa (9/12/2025).
Ia menerangkan bahwa luasnya wilayah Sambas serta banyaknya kawasan rawan banjir menuntut adanya penanganan lintas sektor yang lebih terencana dan terkoordinasi.
Heroaldi juga mengapresiasi kolaborasi BPBD Sambas, BNPB, dan World Food Programme (WFP) dalam penyusunan dokumen Renkon. Ia menyebut dokumen tersebut sangat vital sebagai pedoman semua pihak dalam meningkatkan respons dan efektivitas penanganan bencana.
“Saya tegaskan, seluruh OPD, instansi vertikal, kecamatan, desa, dunia usaha, dan organisasi masyarakat wajib mengacu pada Renkon Banjir Kabupaten Sambas dalam setiap langkah kesiapsiagaan dan operasi penanganan bencana,” tegasnya.
Selain itu, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Sambas sebagai daerah tangguh bencana.
“Ini bukan hanya wacana, tapi harus segera ditindaklanjuti. Dengan semangat kebersamaan, insyaallah Renkon Banjir Kabupaten Sambas dapat berjalan dengan baik dan memberikan perlindungan bagi masyarakat,” tutupnya.
Sumber : Infopublik

