Tangerang, ChanelIndonesia.com — Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdar Kemenhub) siap mengoperasikan fasilitas pengujian kendaraan bermotor berstandar global di Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas bernama proving ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2025.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Hubdar, Yusuf Nugroho, menjelaskan bahwa pembangunan proving ground merupakan implementasi dari Perpres Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Salah satu pilar utama dalam perpres tersebut adalah pentingnya kendaraan yang berkeselamatan.
“Menjadi tanggung jawab Kemenhub untuk meningkatkan standar dan kualitas keselamatan kendaraan bermotor. Proving ground ini adalah wujud nyata dari komitmen itu,” tegas Yusuf, Sabtu (26/7/2025).
Fasilitas proving ground BPLJSKB Bekasi telah disesuaikan dengan standar internasional, termasuk ASEAN Mutual Recognition Agreement (ASEAN MRA) yang mengacu pada regulasi UNECE (United Nations Economic Commission for Europe). Standar ini menjadi acuan banyak negara dalam pengujian keselamatan dan kelaikan kendaraan.
Berbagai pengujian canggih akan tersedia di fasilitas ini, di antaranya:
-
Uji tabrak (crash test),
-
Pengujian rem (dua tahap),
-
Pengujian kursi dan sabuk pengaman,
-
Uji emisi,
-
Pengujian kendaraan listrik dan elektronik (ESC, EV category L, dll),
-
Noise emission,
-
Kaca spion, peralatan menyetir, speedometer, dan lainnya.
Total ada 16 tahapan uji yang mencakup aspek keselamatan, lingkungan hidup, dan performa kendaraan. Fasilitas ini mampu mengakomodasi pengujian untuk sepeda motor, mobil penumpang, hingga truk dan bus berat.
Pembangunan proving ground ini merupakan hasil Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang dimulai sejak 2023, memperlihatkan kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta dalam penguatan sektor transportasi nasional.
Sektor industri otomotif pun menyambut baik fasilitas ini. Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT IAMI, menilai kehadiran proving ground akan mengurangi biaya uji kendaraan ekspor dan meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas produksi.
“Proving ground ini membuat proses pengujian lebih efisien. Kami yakin fasilitas ini akan mendorong peningkatan kompetensi SDM dan daya saing produk otomotif Indonesia di pasar global,” ungkap Rian.
Dengan kehadiran proving ground BPLJSKB, Indonesia semakin siap menjadi pusat otomotif regional yang tak hanya kompetitif, tetapi juga mengutamakan keselamatan dan standar global dalam setiap produknya. (MD)
Sumber: Infopublik.id

