PEKANBARU, chanelindonesia.com – Monitoring dan evaluasi (monev) menjadi instrumen strategis untuk memastikan pelaksanaan 10 Program Pokok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Provinsi Riau berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, saat kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan secara virtual dari Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (16/12/2025). Monev dinilai penting untuk mengukur capaian program, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan langkah perbaikan secara berkelanjutan.
Adrias menegaskan, hasil monev harus menjadi dasar penyusunan strategi penguatan program di seluruh jenjang organisasi PKK, mulai dari provinsi hingga desa. Evaluasi yang dilakukan secara rutin diyakini mampu memastikan setiap program selaras dengan kebutuhan masyarakat dan tujuan pembangunan keluarga.
Melalui monitoring dan evaluasi ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah perbaikan agar seluruh program semakin tepat sasaran, lebih fokus, dan efektif sesuai program kerja masing-masing, ujar Adrias.
Ia menambahkan, pelaksanaan program PKK harus dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan terukur. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan keluarga sekaligus memperkuat peran PKK dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain aspek teknis, Adrias juga menekankan pentingnya kekompakan dan konsistensi seluruh jajaran TP PKK. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kunci agar organisasi mampu beradaptasi dengan dinamika sosial dan merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Meranti, Ismiatun Asmar, memaparkan capaian serta tantangan dalam pelaksanaan program PKK di daerahnya. Ia menyebutkan bahwa berbagai inovasi terus dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kemandirian masyarakat.
Namun, Ismiatun mengakui masih terdapat kendala mendasar, seperti keterbatasan pelatihan peningkatan kapasitas anggota, belum meratanya pembentukan kader aktif di tingkat kecamatan dan desa, serta rendahnya pemahaman sebagian anggota terhadap konsep Dasawisma.
Pelaksanaan Dasawisma belum berjalan maksimal karena sebagian anggota belum sepenuhnya memahami makna dan perannya, ungkap Ismiatun.
Sebagai tindak lanjut, TP PKK Kepulauan Meranti akan melakukan monitoring internal secara berkala, mengintensifkan sosialisasi peran dan fungsi Dasawisma, serta meningkatkan pembinaan kader melalui pertemuan dan pelatihan rutin.
Ismiatun optimistis, langkah-langkah tersebut akan memperkuat Gerakan PKK di Kepulauan Meranti agar semakin solid, efektif, dan berkelanjutan dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing.
Sumber : Info Publik

