Jakarta, Chanelindonesia – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula, di kediaman dinas Menteri Agama, Jakarta, Rabu (5/11/2025). Pertemuan ini membahas penjajakan kerja sama strategis antara Indonesia dan Selandia Baru, khususnya di sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Menag Nasaruddin menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas jejaring kerja sama internasional, terutama dalam bidang pendidikan.
“Pemerintah Indonesia berencana meningkatkan jumlah pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Selandia Baru, terutama untuk memperdalam ilmu di bidang kesehatan,” ujar Menag.
Menag juga memaparkan sejumlah program unggulan Kementerian Agama seperti Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat, yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
“Kami memperkuat pendidikan dalam negeri melalui Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat, dua program unggulan yang seluruhnya gratis,” jelasnya.
Selandia Baru Sambut Baik Kolaborasi Pendidikan
Menanggapi hal tersebut, Dubes Phillip Taula menyampaikan apresiasinya atas inisiatif pemerintah Indonesia dalam memperkuat kerja sama pendidikan. Menurutnya, Selandia Baru siap mendukung upaya tersebut melalui program pertukaran pelajar dan beasiswa internasional.
“Kami juga tengah memperluas program kerja sama pendidikan dengan Indonesia melalui berbagai skema pendanaan, termasuk Manaaki New Zealand Scholarship dan beasiswa LPDP dari Indonesia,” ungkap Dubes Phillip.
Dalam kunjungan tersebut, Dubes Phillip didampingi perwakilan dari Asia New Zealand Foundation, lembaga yang berfokus memperkuat hubungan Selandia Baru dengan negara-negara Asia di bidang ekonomi, politik, dan budaya. Salah satu fokus lembaga tersebut adalah pemberdayaan ekonomi perempuan di sektor kewirausahaan.
Sinkron dengan Program Kemandirian Ekonomi Pesantren
Menag Nasaruddin menyambut positif kerja sama itu dan menilai inisiatif Asia New Zealand Foundation sejalan dengan program kemandirian ekonomi pesantren yang sedang digencarkan oleh Kementerian Agama.
“Pesantren kini tidak hanya menjadi lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Fokus Asia New Zealand Foundation sangat relevan dengan arah kebijakan kami,” ujarnya.
Menurut Menag, kerja sama lintas negara seperti ini penting untuk memperkuat kapasitas pendidikan, ekonomi, dan sosial masyarakat pesantren, sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan dan inovasi.
Langkah Konkret ke Depan
Di akhir pertemuan, Menag Nasaruddin menyampaikan harapan agar penjajakan kerja sama ini segera ditindaklanjuti dengan program nyata.
“Kami berharap peluang kerja sama ini dapat segera diwujudkan melalui program konkret yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar dan Ismail Chawidu, bersama perwakilan Kedutaan Besar Selandia Baru untuk Indonesia.
sumber : Infopublik

