Palu (Chanelindonesia.com) — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak pemerintah daerah untuk lebih peduli terhadap pembangunan bidang keagamaan, terutama penguatan madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan Islam. Ia menegaskan, keterbatasan anggaran Kemenag tidak boleh menjadi alasan untuk menunda peningkatan mutu pendidikan dan layanan keagamaan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ajakan tersebut saat memberikan pembinaan kepada ASN Kementerian Agama Sulawesi Tengah dan bersilaturahmi dengan tokoh lintas agama di Palu, Minggu (2/11/2025).
Menurut Menag, peran pemerintah daerah sangat krusial untuk mendorong kemajuan madrasah dan lembaga keagamaan, terutama dalam penyediaan fasilitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Dari segi fasilitas dan sumber daya manusia, madrasah masih tertinggal dibanding sekolah umum negeri. Karena itu, perlu dukungan nyata dari pemerintah daerah,” ujar Menag.
Menag menegaskan, sinergi antara Kemenag dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk memastikan pendidikan agama, kerukunan umat, dan pemberdayaan rumah ibadah dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kementerian Agama tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh sinergi dengan pemerintah daerah agar setiap program berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada sejumlah kepala daerah di Sulawesi Tengah yang telah menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan keagamaan.
Salah satunya, Bupati Banggai Amirudin Tamoreka, yang menghibahkan dana lebih dari Rp3 miliar untuk pembangunan Gedung Kantor Kemenag Banggai di atas tanah hibah Pemda.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido meluncurkan program Berani Berkah, bagian dari sembilan program unggulan yang menekankan penguatan spiritualitas dan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan.
Plt. Kakanwil Kemenag Sulteng H. Muchlis menambahkan, berbagai inisiatif serupa juga terus dijalankan.
“Selain program Berani Berkah, ada juga Sulteng Berjamaah, Sulteng Mengaji, dan Majelis Subuh Berkah yang rutin digelar setiap Sabtu Subuh di Masjid Mujahidin Kantor Gubernur,” ungkap Muchlis.
Dalam kesempatan yang sama, Menag menekankan pentingnya peran imam, tokoh agama, dan ASN Kemenag sebagai motor penggerak nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Masyarakat menaruh harapan besar kepada imam dan ASN Kemenag untuk menjadi teladan dalam akhlak, integritas, dan pengabdian,” pesannya.
Menag juga memberikan apresiasi kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang disebutnya sebagai “pahlawan kerukunan” karena berperan menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman.
“Modal bangsa kita yang paling mahal adalah kerukunan. Banyak negara gagal membangun karena tidak aman. Kita patut bersyukur hidup di Indonesia yang damai dan rukun,” tandasnya.
Berdasarkan data Puslitbang Kemenag RI tahun 2023, Indeks Kerukunan Umat Beragama di Sulawesi Tengah mencapai 76,95 persen, termasuk dalam kategori ‘Rukun Tinggi.’
Kunjungan kerja Menag di Sulawesi Tengah juga mencakup silaturahmi dengan Masyayikh Pengurus Besar Alkhairaat, orasi ilmiah pada Wisuda ke-45 UIN Datokarama Palu, peninjauan Masjid Raya Baitul Khairaat, dan pelantikan pengurus Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM).
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan pembinaan ASN dan silaturahmi tokoh agama, sebagai momentum memperkuat kolaborasi pusat dan daerah dalam membangun harmoni, moderasi beragama, serta nilai-nilai kemanusiaan di Bumi Tadulako.
sumber : Kemenag

