Langkah besar menuju pemerataan kesejahteraan dimulai dari desa. Pemerintah meluncurkan Kopdes Merah Putih, bukan sekadar koperasi, melainkan motor ekonomi rakyat berbasis gotong royong.
Jakarta, ChanelIndonesia.com — Upaya memberantas kemiskinan kini beranjak dari wacana menjadi aksi nyata. Pemerintah memperkenalkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), program baru yang akan diluncurkan Senin, 21 Juli 2025. Inisiatif ini dirancang sebagai ujung tombak transformasi ekonomi lokal dengan semangat kemandirian dan gotong royong.
Bukan hanya koperasi biasa, Kopdes Merah Putih hadir sebagai pilar ketiga trisula pengentasan kemiskinan nasional, menyusul program kesehatan dan pendidikan rakyat. Dengan mengintegrasikan layanan dasar seperti sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek, hingga fasilitas logistik hasil tani dan laut, koperasi ini dirancang menjadi pusat ekonomi terpadu di tingkat desa.
Sebanyak 80.000 unit koperasi akan dibentuk secara nasional, dimulai dari 103 Kopdes percontohan. Targetnya, seluruh unit aktif penuh pada 28 Oktober 2025. Melalui pendekatan bertahap, mendirikan koperasi baru, mengembangkan yang sudah ada, dan menghidupkan yang mati suri, program ini mengusung semangat inklusif dan efisiensi.
Langkah ini merespons data terbaru dari BPS, yang mencatat 24,06 juta penduduk masih hidup dalam kemiskinan, termasuk 3,17 juta dalam kategori ekstrem. Pemerintah kini memilih membangun dari akar rumput, dari desa menuju kota.
Dengan tata kelola modern dan digitalisasi sistem, Kopdes Merah Putih diyakini bisa mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir, pinjol ilegal, dan tengkulak. Petani dan nelayan dapat menjual hasil panennya langsung ke koperasi, memotong rantai distribusi dan meningkatkan daya tawar mereka.
Bahkan, kebutuhan pokok masyarakat akan dikelola langsung oleh koperasi dengan sistem logistik desa yang efisienm harga jadi lebih murah, layanan lebih dekat, dan kesejahteraan lebih merata.
Lebih dari sekadar program ekonomi, Kopdes Merah Putih adalah bentuk keberpihakan negara kepada rakyat kecil, dan menjadi jawaban atas ketimpangan yang selama ini mengakar kuat di akar desa.
sumber: infopublik.id

