Palembang, IChanelindonesia– Festival Literasi Sumsel Tahun 2025 digelar dengan tujuan melestarikan budaya baca-tulis sekaligus menggali minat dan bakat literasi masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa literasi bukan hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami konteks dan menyampaikan pesan dengan efektif.
“Pentingnya literasi bahasa serta ejaan yang kita pahami dalam kehidupan sehari-hari. Ada hal yang harus diperhatikan dalam menyampaikan pesan atau sambutan, yaitu intonasi, artikulasi, isi, dan durasi agar kita paham tujuan dari pembicaraan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan gaya komunikasi dengan konteks dan audiens.
“Ada orang yang saat memberi sambutan audiensnya justru meninggalkan ruangan karena tidak memahami situasi dan kondisi. Ini penting, jadi kita harus tahu tema serta kepada siapa kita berbicara,” tambahnya.
Menurut Herman Deru, literasi merupakan fondasi utama dalam memperluas wawasan dan mendorong kemajuan daerah.
“Literasi penting dalam semua lini kehidupan. Dimulai dari pendidikan dasar, sektor perbankan, hingga lembaga seperti KPU dan Bawaslu semuanya memerlukan literasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Fitriana, menjelaskan bahwa gerakan literasi di Sumatera Selatan berkembang pesat dan telah diadopsi oleh berbagai kabupaten/kota.
“Gerakan literasi ini diinisiasi sejak tahun 2020 oleh almarhumah Percha Leanpuri. Sejak saat itu, literasi tumbuh sebagai ruang kreasi, kreativitas, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat Sumsel,” ujarnya.
Fitriana menambahkan, Festival Literasi Sumsel 2025 tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap capaian literasi, tetapi juga berfungsi sebagai wadah kreativitas, pemberdayaan UMKM, dan pelestarian budaya daerah.
Sumber : Info Publik

