SUMENEP, chanel indonesia— Suasana penuh kehangatan menyelimuti Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, saat sebanyak 250 peserta mengikuti Festival MAGEN-Z (Madrasah Gaharu Keluarga untuk Pasutri Gen Z).
Festival ini menjadi puncak kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PCNU Sumenep, sebagai bagian dari gerakan membangun keluarga muda yang tangguh, harmonis, dan adaptif terhadap perubahan sosial.
Program Madrasah Gaharu sendiri telah berlangsung sejak September 2025, melibatkan sepuluh pasangan muda generasi Z dari berbagai kecamatan di Sumenep. Mereka mengikuti serangkaian pertemuan di Lobuk, Bluto, membahas tema-tema penting seputar komunikasi keluarga, peran sosial, hingga ketahanan ekonomi rumah tangga.
Ketua LKK PCNU Sumenep, Raudlatun, menegaskan bahwa Festival MAGEN-Z bukan hanya penutupan program, melainkan refleksi komitmen terhadap pembangunan keluarga sebagai fondasi utama kemaslahatan umat.
“Perubahan sosial yang berkelanjutan selalu berawal dari keluarga. Kami ingin pasangan muda memiliki wawasan dan semangat untuk membangun keluarga yang tangguh di tengah arus perubahan,” ujarnya.
Raudlatun juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang berkolaborasi, termasuk Pemerintah Kabupaten Sumenep, BPRS Bhakti Sumekar, Pemerintah Desa Lombang, serta mitra strategis seperti ASHOKA, yang terlibat dalam penguatan gerakan inovasi sosial.
Sementara itu, Ketua MWC NU Batang-Batang K. Abd. Sukkur Rahman menilai ketahanan keluarga merupakan kunci dari ketahanan sosial masyarakat.
“Banyak persoalan sosial bisa diselesaikan lewat penguatan keluarga. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus digalakkan,” katanya.
Senada, Camat Batang-Batang Mujib, yang hadir mewakili Bupati Sumenep, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam menjadikan keluarga sebagai pusat perubahan sosial.
“Jika dulu dunia berubah karena pemuda, maka kini perubahan dimulai dari keluarga yang sadar nilai dan tanggung jawabnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Sumenep, KH. A. Pandji Taufiq, menegaskan bahwa peran NU tidak hanya sebatas di pesantren, tetapi juga harus menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
“NU juga bisa bersifat outdoor. Festival seperti ini membuktikan bahwa NU hadir dengan cara yang menyenangkan dan relevan bagi masyarakat modern,” tuturnya.
Selain sesi refleksi dan dialog, Festival MAGEN-Z turut dimeriahkan oleh penampilan kesenian tradisional Tontong Pecot Ngamox Batang-Batang, serta fun games keluarga yang diikuti anak-anak dan pasangan muda.
Melalui kegiatan ini, NU Sumenep menegaskan wajah baru dakwah sosial yang dinamis, edukatif, dan solutif, dengan menempatkan keluarga sebagai pusat gerakan perubahan menuju masyarakat yang kuat, harmonis, dan berdaya saing.
Sumber : InfoPublik

