Tambolaka, chanelindonesia.com— Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) resmi membuka Festival Budaya Manola 2025 di Kampung Situs Manola, Selasa (25/11/2025). Festival ini lahir dari semangat bangkit pasca musibah kebakaran yang sebelumnya menghanguskan 18 rumah adat masyarakat Manola.
Acara dibuka langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, dan turut dihadiri pemerhati budaya Pater Robert Ra Mone, Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Feri Arlius, serta Camat Wewewa Selatan Stefanus Malo. Kehadiran mereka menandai komitmen bersama untuk pemulihan dan pelestarian budaya secara berkelanjutan.
Festival tahun ini mengangkat tema “Papan, Sandang, Pangan dalam Keberlanjutan Tradisi Masyarakat Manola”, yang menegaskan tiga pilar dasar kehidupan masyarakat Sumba: rumah adat, kain tenun, dan kemandirian pangan. Pemerintah SBD menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah gerakan kebudayaan terpadu.
Rangkaian kegiatan meliputi revitalisasi ritual adat, diskusi publik, workshop pewarna alam, pertunjukan seni tradisi, pameran foto, hingga pameran pangan lokal. Seluruh aktivitas dirancang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya serta memperkuat solidaritas masyarakat.
Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla menegaskan bahwa rumah adat memiliki makna lebih dari sekadar bangunan fisik.
“Rumah adat adalah ruang hidup, spiritual, dan pengetahuan. Festival ini menjadi tonggak penting untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong, kearifan lokal, dan memastikan kelangsungan tradisi bagi generasi muda di tengah tantangan zaman,” ujarnya.
Pemerintah daerah turut memanfaatkan momentum festival untuk menegaskan komitmen dalam mengajukan pembangunan 20 rumah adat baru pada 2026, serta mendorong Kampung Manola ditetapkan sebagai benda cagar budaya.
Harapannya, generasi muda dapat belajar, terinspirasi, dan melanjutkan warisan leluhur melalui ruang edukasi budaya yang hadir dalam festival ini.
Sumber : InfoPublik

