Indramayu, chanelindonesia.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan bahwa Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memegang peran strategis dalam percepatan swasembada pangan nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan sektor pertanian di daerah. Hal tersebut disampaikan usai penyerahan 145 PPL ASN Kabupaten Indramayu yang terdiri dari 87 PNS dan 58 PPPK kepada Kementerian Pertanian di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Indramayu, Selasa 16 Desember 2025.
Menurut Lucky Hakim, PPL menjadi ujung tombak keberhasilan pembangunan pertanian karena berperan langsung mendampingi petani dalam penerapan teknologi, peningkatan produksi, serta pengelolaan usaha tani yang berkelanjutan. Ia mengapresiasi capaian Kabupaten Indramayu yang dinilai Kementerian Pertanian RI sebagai peringkat pertama kontribusi produksi padi nasional dengan capaian 1,5 juta ton gabah kering giling dan peringkat kedua produktivitas padi nasional sebesar 6,5 ton gabah kering giling per hektare.
Bupati menyebutkan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi kuat antara petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa prestasi tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama keterbatasan jumlah penyuluh dibandingkan luas lahan dan jumlah petani. Dengan luas sawah mencapai 126.088 hektare dan lebih dari 150.000 petani, jumlah PPL yang ada dinilai masih belum ideal untuk mendukung peningkatan hasil panen secara optimal.
Lucky Hakim berharap ke depan penambahan penyuluh pertanian ASN dapat segera direalisasikan agar pendampingan kepada petani semakin efektif dan program pertanian berjalan lebih maksimal. Ia menegaskan keseimbangan antara jumlah penyuluh, luas lahan, dan petani menjadi kunci untuk menjaga bahkan meningkatkan kontribusi Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI Dedi Nursyamsi mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memperkuat peran penyuluh. Ia menjelaskan bahwa Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 memberikan dasar hukum yang kuat untuk memperkuat fungsi penyuluhan dalam mendukung swasembada pangan.
Menurutnya, sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani sangat diperlukan agar peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan tidak hanya dirasakan di Indramayu, tetapi juga berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional. Ia berharap sarana dan prasarana pertanian terus ditingkatkan demi kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan petani di Indramayu.
Sumber : infopublik.id

