Agam, Chanelindonesia— Pemerintah Kabupaten Agam terus menguatkan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ditegaskan Bupati Agam, Benni Warlis, dalam rapat koordinasi bersama jajaran OPD dan tokoh masyarakat di Masjid Raudhatul Ilmi, Kecamatan Ampek Angkek, Selasa (4/11/2025).
Rapat tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi nagari, dalam kerangka program unggulan “Agam Bangkik dari Surau” — pemerintahan berbasis nilai keislaman dan pemberdayaan masyarakat.
🔹 Penguatan Ketahanan Pangan
Dalam sektor pertanian, Bupati Benni memaparkan perkembangan program Optimalisasi Lahan (OPLAH) yang kini memasuki tahap ketiga. Program ini diperkuat dengan pembentukan Brigade Pangan, yang berperan mendampingi petani dan menyalurkan bantuan benih jagung di wilayah Ampek Angkek.
“Program OPLAH dan Brigade Pangan menjadi langkah konkret kita memperkuat sektor pertanian rakyat. Kita ingin hasil panen meningkat dan ketahanan pangan di Agam semakin kokoh,” ujar Benni.
🔹 Respons Cepat KLB Campak
Di bidang kesehatan, Kepala Puskesmas Biaro, Zulfa Germila, melaporkan rendahnya partisipasi vaksinasi campak — hanya 30 dari 100 anak yang mendapat izin vaksin dari orang tua, sehingga capaian baru 25 persen dari target 95 persen. Kondisi ini memicu penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Nagari Balai Gurah dan Batu Taba.
Menanggapi hal itu, Bupati Benni meminta langkah cepat dan terpadu.
“Kasus campak sudah masuk kategori KLB. Saya minta camat dan seluruh OPD terkait bekerja sama mempercepat penanganannya. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terjangkit,” tegasnya.
Puskesmas Biaro juga mengusulkan penambahan unit ambulans guna memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
🔹 Percepatan Pengawasan Pendidikan
Dalam bidang pendidikan, Bupati menerima laporan terkait minimnya jumlah pengawas sekolah dan penilik di Kabupaten Agam. Ia meminta percepatan penambahan tenaga pengawas agar mutu pembelajaran dan pembinaan sekolah tetap terjaga di seluruh nagari.
🔹 Ekonomi Lokal Berbasis Koperasi dan MBG
Fokus lain rapat adalah sinergi antara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Koperasi Merah Putih (KDMP) agar perputaran ekonomi tetap berada di tingkat lokal.
“Koperasi kita kawinkan dengan MBG. Koperasi menyediakan bahan, petani memproduksi, dan dapur MBG mengeksekusi. Dengan begitu, perputaran uang MBG tetap berada di wilayah Ampek Angkek,” jelas Bupati.
Ia menegaskan seluruh bahan pangan untuk program MBG harus dibeli langsung dari petani lokal melalui KDMP dan BUMNag. “Kita ingin ekonomi tumbuh di nagari sendiri,” tambahnya.
Pemerintah juga mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Nagari Ampang Gadang, yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
🔹 Masjid Jadi Pusat Kreativitas dan Ekonomi
Selain itu, Bupati Benni memperkenalkan program Nagari Kreatif Hub berbasis masjid, yang akan diluncurkan serentak di 32 masjid pada 16 November 2025.
“Masjid Al-Manar sudah jadi contoh nyata. Hasilnya positif. Ke depan, semua masjid diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi dan kreativitas umat,” ujarnya.
🔹 Pengawasan Harga Pupuk
Di akhir rapat, Bupati mengingatkan agar distributor dan pengecer pupuk tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau ada yang melanggar, akan kita tindak tegas, termasuk pencabutan izin,” tegasnya.
Rapat yang digelar di masjid ini sekaligus menegaskan semangat “Agam Bangkik dari Surau”, menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kebangkitan sosial, ekonomi, dan moral masyarakat Agam.
Sumber : Infopublik

