Tanah Merah, chanelindonesia – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menegaskan komitmen pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Tanda nyata upaya ini terlihat dari pelepasan pengiriman perdana limbah botol plastik hasil pemilahan masyarakat, Sabtu (20/12/2025), yang bertepatan dengan penyerahan Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional dan Provinsi.
Bupati Boven Digoel, Roni Omba, secara resmi melepas pengiriman limbah botol plastik dan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam pemilahan sampah. “Pemilahan sampah, khususnya sampah plastik, merupakan langkah awal penting untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat dan kelestarian alam,” ujar Roni Omba.
Bupati Roni juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga sebagai bagian dari mitigasi bencana, termasuk meminimalkan risiko banjir akibat penumpukan sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah yang dimulai dari partisipasi masyarakat merupakan kunci keberhasilan.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Boven Digoel menyerahkan Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata kepada sekolah-sekolah yang berkomitmen tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Program Adiwiyata dianggap strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan, berbudaya bersih, dan bertanggung jawab.
Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup, dan Pertanahan Kabupaten Boven Digoel, Debora Itta, S.T., M.Kes., menjelaskan pengelolaan sampah dilakukan menyeluruh dan berkelanjutan sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. “Pengelolaan sampah terdiri dari pengurangan melalui prinsip 3R—Reduce, Reuse, Recycle—dan penanganan mulai pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan akhir,” ujar Debora.
Debora menambahkan, dengan jumlah penduduk sekitar 71 ribu jiwa, estimasi timbulan sampah mencapai 26,8 ton per hari, namun penanganan baru difokuskan di Distrik Mandobo sekitar 12,7 ton per hari. “Selama ini pengelolaan masih dominan metode kumpul, angkut, buang. Padahal sampah seharusnya dipandang sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemkab mendorong pengembangan Bank Sampah yang didukung Dana Otonomi Khusus dan dikelola oleh masyarakat lokal, salah satunya di Kampung Mawan Jaya. Keberadaan bank sampah diharapkan mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir.
Prestasi juga dicatat dunia pendidikan. SD Inpres Tanah Merah berhasil meraih penghargaan nasional melalui Program Adiwiyata. Kepala Sekolah Magdalena Kambian menyatakan, “Program Adiwiyata mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari kebiasaan sederhana. Dengan keteladanan guru dan keterlibatan peserta didik, budaya cinta lingkungan kini tumbuh di sekolah kami.”
Lingkungan sekolah kini lebih hijau, bersih, dan asri melalui penanaman tanaman, pembiasaan hidup bersih, serta penggunaan energi hemat dan bertanggung jawab. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga Kabupaten Boven Digoel dan Papua Selatan di tingkat nasional.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berharap semangat menjaga lingkungan terus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, dari rumah tangga, sekolah, hingga masyarakat luas, guna mewujudkan Boven Digoel yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.
Sumber : Info Publik

