Gelombang semangat ekonomi kerakyatan menyapu desa-desa di Grobogan. Sebanyak 283 koperasi desa baru terbentuk dan langsung mendapat sambutan hangat dari warga yang merindukan solusi ekonomi nyata.
Grobogan, Chanelindonesia.com – Sebanyak 283 koperasi desa baru resmi terbentuk di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari program nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang bertujuan memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat paling bawah: desa.
Kepala Desa Grabagan, Kecamatan Kradenan, Eko Setyawan, menyampaikan bahwa pendirian koperasi ini bukan sekadar menindaklanjuti arahan dari Presiden, Menteri, dan Bupati, tapi merupakan kebutuhan riil warga. Antusiasme masyarakat pun tinggi karena koperasi dinilai sebagai solusi langsung atas berbagai masalah ekonomi desa.
“Koperasi ini bukan formalitas. Ini hadir untuk petani, pelaku usaha kecil, konsumen gas subsidi, bahkan kebutuhan layanan kesehatan,” ungkap Eko saat ditemui tim InfoPublik.
KDMP dirancang untuk memangkas rantai distribusi yang merugikan petani. Dengan koperasi sebagai badan usaha yang membeli langsung dari petani dan menjual ke pasar atau industri, diharapkan harga jual bisa lebih adil dan menguntungkan petani.
Tak hanya itu, koperasi desa juga diarahkan untuk menyalurkan kebutuhan pokok seperti gas bersubsidi dan menyediakan layanan farmasi melalui apotek desa. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan akses yang lebih mudah dan harga yang lebih terjangkau.
Meski tergolong program baru, Eko optimistis koperasi ini bisa berkembang pesat jika didukung dengan pelatihan yang memadai bagi para pengurus. Menurutnya, pelatihan administrasi koperasi, pemasaran, hingga sosialisasi ke masyarakat sangat penting agar koperasi tidak hanya berjalan, tapi tumbuh sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Warga sangat antusias, karena merasa koperasi ini hadir untuk mereka. Bukan sekadar nama atau proposal, tapi benar-benar nyata dan bermanfaat,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat hingga daerah, Koperasi Desa Merah Putih di Grobogan dipandang sebagai langkah strategis menuju kemandirian ekonomi desa berbasis gotong royong dan keadilan sosial.
Sumber: Infopublik.id

