Makassar, Chanelindonesia.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar menghadirkan inovasi U-BAGI (Guru Berbagi) sebagai upaya strategis meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus membangun budaya kolaborasi di lingkungan madrasah.
Kepala MAN 2 Kota Makassar, Darmawati, menegaskan bahwa U-BAGI bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan ruang belajar bersama bagi guru untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, dan praktik baik dalam pembelajaran.
“Jika pengetahuan dan inovasi hanya disimpan sendiri, peningkatan kualitas pembelajaran akan berjalan lambat. Dengan berbagi secara terbuka, kemampuan guru dapat berkembang merata dan mutu madrasah meningkat secara keseluruhan,” ujar Darmawati di Makassar, Senin (9/2/2026).
Program U-BAGI berakar pada nilai khairunnās anfa’uhum linnās—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Nilai tersebut diterjemahkan ke dalam tiga pilar utama, yakni menjadi pribadi yang bermanfaat, saling menolong antar sesama guru, serta menghadirkan teladan positif sebagai pendidik yang berintegritas dan terbuka terhadap perubahan.
Menurut Darmawati, landasan filosofis tersebut memberi energi baru bagi guru untuk melampaui tugas mengajar semata, sekaligus menyelaraskan nilai spiritual dengan tuntutan profesionalisme di dunia pendidikan yang dinamis.
Ia menjelaskan, U-BAGI lahir dari kebutuhan untuk memastikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh guru dari berbagai pelatihan tidak berhenti pada laporan administratif, tetapi benar-benar diterapkan dan dibagikan kepada rekan sejawat.
“U-BAGI menjadi solusi sistematis agar setiap investasi negara dalam pengembangan sumber daya manusia berdampak langsung pada kualitas pembelajaran peserta didik,” katanya.
Secara teknis, U-BAGI dirancang melalui tahapan presentasi materi oleh tutor, diskusi dan tanya jawab, workshop praktik langsung, serta sesi refleksi untuk mengevaluasi efektivitas dan merancang tindak lanjut pembelajaran.
Sebelum U-BAGI diterapkan, aktivitas berbagi antar guru masih bersifat sporadis dan kurang terdokumentasi. Kolaborasi terbatas, pemanfaatan teknologi pembelajaran belum optimal, dan sebagian guru masih ragu menggunakan media digital.
Namun, setelah U-BAGI berjalan, terjadi perubahan signifikan. Seluruh aktivitas berbagi pengetahuan terdokumentasi dengan baik, budaya kolaborasi semakin terbuka, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran meningkat.
“Guru kini lebih percaya diri menggunakan platform digital seperti Google Classroom, Canva, dan Quizizz. Dampaknya, lahir berbagai karya bersama, mulai dari modul ajar hingga video praktik baik,” jelas Darmawati.
Ia menilai U-BAGI telah menjadi praktik baik yang mampu menggeser budaya kerja individualistis menuju kolaborasi produktif. Dengan dukungan pimpinan madrasah dan penguatan infrastruktur digital, program ini diharapkan terus berkelanjutan dan memberi manfaat lebih luas.
“Mari terus berbagi, karena dalam setiap ilmu yang kita salurkan, terdapat investasi masa depan generasi bangsa,” pungkasnya.
sumber: Kemenag

