Bone Bolango, Chanelindonesia.com – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo memperkuat fondasi perencanaan dan penganggaran tahun 2026 dengan mengedepankan sistem informasi yang terintegrasi. Upaya ini ditegaskan dalam kegiatan Pertemuan Pengembangan Sistem Informasi dan Desk Usulan Anggaran 2026 yang berlangsung di Naffil Café & Resto, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (23/10/2025) hingga Jumat (24/10/2025).
Kegiatan yang dihadiri seluruh pejabat di lingkungan Dinkes ini menjadi momentum untuk menyatukan arah kebijakan, sekaligus memperkuat efisiensi dan koordinasi antarunit kerja. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menegaskan bahwa setiap program dan kegiatan yang diusulkan harus dibangun di atas prinsip keterpaduan, efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas.
“Kita ingin semua data dan perencanaan berjalan dalam satu sistem yang saling terhubung. Dengan begitu, proses perencanaan dan penganggaran bisa lebih efisien, terukur, dan akuntabel,” ujar Anang.
Menurutnya, efisiensi berarti menggunakan seluruh sumber daya secara optimal tanpa pemborosan, sementara akuntabilitas memastikan setiap kebijakan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
Langkah ini sejalan dengan visi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan tengah mengembangkan sistem informasi internal terpadu yang mampu menggabungkan berbagai aplikasi layanan yang sebelumnya berjalan secara terpisah. Sistem ini diharapkan menjadi tulang punggung dalam mengelola data kesehatan secara menyeluruh dan real-time.
Untuk mendukung implementasinya, tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan dilibatkan sebagai operator utama penginputan data di tiap unit kerja. Mereka bertugas memastikan kelancaran dan konsistensi data yang masuk ke sistem.
Anang menambahkan, penguatan sistem informasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membangun budaya kerja yang transparan dan terukur.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh unit dapat menyusun program dan kegiatan tahun 2026 yang selaras dengan prioritas pembangunan kesehatan daerah, berbasis data valid, serta terintegrasi dalam sistem informasi yang efisien dan akuntabel,” tutupnya.
Dengan langkah ini, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo optimistis mampu menghadirkan perencanaan kesehatan yang lebih adaptif dan berorientasi hasil, sekaligus menjadi contoh tata kelola data yang modern di tingkat daerah.
sumber: Infopublik.id

