Jakarta, Chanelindonesia.com — Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan program Gen Matic ASN, sebuah inisiatif untuk mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi kreator digital profesional. Program ini diinisiasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan didukung oleh TikTok Shop by Tokopedia serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Acara peluncuran berlangsung di Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat, Rabu (30/7/2025), dan dibuka oleh Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
“ASN yang terlatih digital dan konten bisa jadi ujung tombak dalam menyebarluaskan program-program pemerintah,” kata Menko Airlangga.
Program Gen Matic menjadi kelanjutan dari inisiatif sebelumnya, Emak-Emak Matic, yang kini diperluas untuk menjangkau generasi muda produktif berusia 17–35 tahun. Fokus utamanya adalah memperkuat kemampuan digital ASN melalui pelatihan teknis, strategi branding, mentorship berkelanjutan, dan koneksi industri.
“Kami ingin setiap ASN, dari latar belakang apa pun dan di mana pun berada, punya kesempatan yang sama untuk tumbuh,” ujar Menteri Teuku Riefky.
Lebih dari 10 kementerian telah bergabung dalam pelaksanaan program ini, yang digadang-gadang menjadi bagian dari strategi nasional untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% sebagaimana arahan Presiden Prabowo.
Kolaborasi lintas sektor ini juga diapresiasi oleh Stephanie Susilo, Senior Director Tokopedia and TikTok E-Commerce. Ia menyebut bahwa gabungan Gen Matic dan Creators Lab akan menciptakan ekosistem kreator muda yang tangguh dan berdampak.
“Kami ingin peserta memahami prinsip afiliasi dan personal branding, dua hal penting untuk sukses di dunia digital,” jelasnya.
Turut hadir dalam acara peluncuran antara lain Susiwijono (Sekretaris Kemenko Perekonomian), Haryo Limanseto (Staf Ahli Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian), serta Ali Murtopo Simbolon (Deputi Koordinasi Ekonomi Digital).
Dengan Gen Matic, pemerintah berharap ASN tak hanya melek teknologi, tapi juga mampu menjadi pionir dalam memajukan komunikasi publik dan ekonomi kreatif di seluruh Indonesia. (MHD)
Sumber: Ekraf

