Ponorogo, ChanelIndonesia.com – Sebanyak 50 pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Ponorogo mengikuti pertemuan bersama pelaku usaha elektronik di Tomoro Cafe, Senin (28/7/2025). Acara bertema “Pembinaan dan Kolaborasi BUMDes Bersama Maju Hardware” ini menjadi langkah konkret untuk memperluas peluang bisnis BUMDes sekaligus memperkenalkan model bisnis baru berbasis kemitraan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Ponorogo, Toni Sumarsono, menyambut positif pertemuan tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini tak hanya menjadi ajang berbagi strategi bisnis, tetapi juga mendorong kerja sama langsung antara BUMDes dan pengusaha, khususnya dalam penyediaan barang-barang elektronik.
“BUMDes bisa menjadi perpanjangan tangan perusahaan untuk melayani masyarakat desa. Cukup ke BUMDes, tak perlu ke kota untuk beli gadget atau sepeda listrik,” ujar Toni.
Skema ini diyakini memberi keuntungan ganda: masyarakat hemat biaya transportasi, sementara BUMDes mendapatkan tambahan pendapatan asli desa (PADes). Toni juga menambahkan bahwa beberapa BUMDes di Ponorogo kini tengah bersiap masuk ke pasar digital melalui pelatihan penjualan online di Shopee, TikTok Shop, serta pendaftaran sebagai penyedia di platform e-Katalog dan Mbizmarket.
“Sebagian besar peserta yang hadir hari ini sudah berbadan hukum dan punya akun katalog. Ini bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas pasar,” jelasnya.
Meski sejumlah BUMDes menunjukkan kemajuan signifikan, Toni mencatat masih ada yang berjalan stagnan. Karena itu, pembinaan berkelanjutan dan kolaborasi strategis dianggap sebagai solusi untuk mendorong pertumbuhan yang lebih merata.
“Kita mulai dari 50 BUMDes sebagai pilot project. Kalau sukses, akan kita buka gelombang selanjutnya,” tegasnya.
Pertemuan ini pun diharapkan menjadi tonggak awal penguatan ekosistem usaha desa yang berdaya saing dan berorientasi digital. (ANG)
Sumber: Infopublik.id

